Arsya Wijaya Bantah Punya Hubungan Tak Baik dengan Anak Jane Shalimar, Masih Sering Ngobrol Bareng Anak Ketimbang Ibunya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah konflik rumah tangga ini, Jane Shalimar mengungkap perlakuan seseorang kepada anak semata wayangnya, Muhammad Zarno. Orang itu diduga adalah suaminya sendiri, Arsya Wijaya.

Arsya Wijaya disebut bereaksi tak baik bila Jane memberi perhatian untuk anaknya sendiri. Hal ini membuat wanita berhijab itu bertanya-tanya.

"Kalau saya menunjukkan perhatian untuk anak saya aja malah dia yang ngamuk-ngamuk enggak karuan. Kira-kira gimana kalau seperti itu," tulis Jane Shalimar di Instagram, Sabtu (26/12/2020).

"Kalau saya memberi perhatian ke anak saya bakal jadi masalah besar, alasannya karena dia enggak suka kalau saya berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Hmm apa itu normal?" sambungnya.

Klarifikasi

Jane Shalimar dan Arsya Wijaya. (Foto: Praditya Kinan via Instagram @arsyawijaya21)
Jane Shalimar dan Arsya Wijaya. (Foto: Praditya Kinan via Instagram @arsyawijaya21)

Terkait hal ini Arsya Wijaya akhirnya memberi klarifikasi. Ia menyebut bahwa Bahasa Inggris-nya memang tidak baik.

"Salah satu alasannya, benar bahwa terus terang bahasa Inggris saya jelek sekali. Tapi itu bukan menjadi satu-satunya alasan," papar Arsya Wijaya dikutip dari YouTube KH Infotainment, Sabtu (26/12/2020).

Arsya Masih Komunikasi dengan Anak

Jane Shalimar (Foto: Instagram/@janeshalimar_1)
Jane Shalimar (Foto: Instagram/@janeshalimar_1)

Setelahnya ia membeberkan bukti percakapan telepon untuk membantah tudingan bahwa hubungannya dengan Muhammad Zarno tidak baik. "Itu bukti bahwa saya masih teleponan dengan Zarno. Kalau memang tidak baik, enggak mungkin saya bisa teleponan begini," dia mengungkapkan.

"Ini Zarno loh, tanggal 9 Desember, artinya Desember saja saya masih komunikasi dengan anaknya, dengan ibunya enggak, dengan anaknya komunikasi. Ini fakta loh. Ini bukti tanggal 9 masih komunikasi sama anaknya," sambungnya.

Tak Membatasi

Ia juga mengaku tak pernah membatasi pertemuan antara ibu dengan anaknya sendiri.

"Enggak juga. Jangankan membatasi dengan anak, dengan pekerjaan saja saya izinkan, apalagi dengan anaknya. Logikanya kan ke sana," tuturnya.