ART Ferdy Sambo dengar Letusan dan Bersihkan Darah, tapi Tak Lihat Jasad Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo bernama Daryanto alias Kodir memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10).

Kesaksian Daryanto diawali saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) sejak tahun 2010. Awalnya, dia diminta mengurus rumah di Jalan Bangka XI A, Kemang, Jakarta Selatan.

Belakangan Daryanto dipindahtugaskan ke kompleks perumahan Polri di Duren Tiga Nomor 46 RT 05 RW 01 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Namun Daryanto mengaku tak mengetahui secara detail kronologi kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Daryanto menceritakan, rombongan Putri Candrawathi bersama beberapa ajudan tiba di kompleks perumahan Polri Duren Tiga Nomor 46 RT 05 RW 01 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 sekira pukul 17.00 WIB.

"Ibu bersama ADC. Ada Om Ricad, Ricky Rizal, Kuat Maruf dan almarhum," ujar Dsryanto.

Selang berapa 10 menit kemudian, Ferdy Sambo menyusul.

Daryanto mengaku tak terkejut dengan kedatangan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo serta para ajudan. Sebab, rumah itu biasa digunakan untuk tempat isolasi sepulang dari luar kota.

Daryanto mencontohkan pada 2021 kala Ferdy Sambo terjangkit Covid-19.

"Dua kali (Ferdy Sambo kena Covid-19) saya yang merawat beliau," ujar Daryanto.

Lebih lanjut Daryanto mengaku tak tahu-menahu kejadian di dalam rumah. Saat itu, posisinya berada di luar menyiram tanaman. Adapula bersamanya ajudan Ferdy Sambo bernama Adzan Romer.

"Saya tidak tahu, saya di luar sama Romer," ujar dia.

Namun Daryanto mengaku mendengar bunyi letusan lebih dari satu kali dari dalam rumah. Responsnya kala itu berlarian ke luar rumah.

"Ke pinggir jalan. Saya menanyakan ke om Romer, om ada apa. Tidak ada jawaban karena panik," ujar Daryanyo.

Daryanto pun masuk ke dalam rumah pada 20.00 WIB. Ketika itu, sudah ada banyak orang di dalam. Daryanto pun melihat banyak bercak darah.

"Ada bercak darah," ujar dia.

Sementara itu, Daryanto tak melihat jasad Brigadir J. Sebab saat dia masuk, jenazah sudah diangkat.

Daryanto mengaku hanya memberikan bercak darah. "Siap saya Yang Mulia," jawab Daryanto perihal bersihkan bercak darah.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]