Arti Alhamdulillah dalam Al-Qur’an, Pahami Keutamaan dan Kisah di Balik Pengucapannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengucapkan “Alhamdulillah” bagi umat muslim, rasanya sudah mendarah daging. Meski sudah menjadi kebiasaan, belum banyak yang mengetahui arti Alhamdulillah dari kisah dalam Al-Qur’an.

Arti Alhamdulillah adalah segala puji bagi Allah SWT. Kalimat tahmid ini ingin menegaskan bahwa segala kesempurnaan hanya milik Allah saja. Disebutkan juga bahwa Alhamdulillah merupakan pujian yang sempurna untuk Allah SWT.

Bukan hanya arti Alhamdulillah yang perlu dipahami. Melainkan keutamaan di balik arti Alhamdulillah sangat penting diketahui. Rasulullah menyebut ucapan “Alhamdulillah” sudah memenuhi satu timbangan.

Apabila “Alhamdulillah” diucapkan bersama “Subhanallah”, maka sudah memenuhi timbangan antara langit dan bumi. Berikut Liputan6.com ulas arti Alhamdulillah dari berbagai sumber, Selasa (2/2/2021).

Mengenal Arti Alhamdulillah dari Bahasa

Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com
Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com

Arti Alhamdulillah dari bahasa berasal dari kata (al) yang mendahului kata (hamd) dipahami oleh ulama dengan arti segala, sedang huruf (lam) yang menyertai kata Allah sehingga diucapkan (lilla'h) mengandung makna pengkhususan bagi-Nya, mengutip T. Tangngareng dalam Menyelam ke Semerta Zikir: Menyikap Makna Dan Pesanya Dalam Hadis Nabi SAW.

Ensiklopedia Al-Qur’an Kajian Kosa Kata menggali arti Alhamdulillah dari kata 'hamd' adalah bentuk masdar dari kata hamida-yahmadu-hamdan. Kata tersebut terdiri dari tiga huruf, yakni ha, mim, dan dal yang berarti madaha yang berarti memuji atau antonim dari kata (al-khatha’u wazmu: tercela dan salah).

Dari akar kata yang sama lahir kata (ah'madu: yang lebih terpuji), (mah'mud, muhammad: yang terpuji) dan (tahmid: mengucapkan pujian). Arti Alhamdulillah atau hamdalah ditujukan kepada yang dipuji atas sikap dan perbuatannya yang baik.

Dalam bahasa Indonesia, arti Alhamdulillah yang terdapat dalam KBBI adalah sebagai berikut:

1. Ungkapan atau menyatakan rasa syukur karena telah menerima karunia Allah (artinya segala puji bagi Allah).

2. Ungkapan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dibaca sebagai rangkaian dzikir yang berbunyi (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar).

Mengenal Arti Alhamdulillah dari Al-Qur’an

Ilustrasi Al-Qur’an | freepik
Ilustrasi Al-Qur’an | freepik

Bila ingin memahami dan mengenal lebih jauh tentang arti Alhamdulillah, pahami dari sudut pandang Al-Qur’an. Arti Alhamdulillah sebagai kalimat tahmid sangat menakjubkan.

Arti Alhamdulillah adalah segala kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Berdasarkan arti Alhamdulillah ini, dapat diambil pelajaran bahwa bagi setiap muslim yang mengucapkan pasti mengakui kesempurnaan Allah SWT.

Kalimat tahmid dari arti Alhamdulillah bisa disimak dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’minum ayat 28 sampai 30. Kalimat tahmid memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Begitu juga memahami arti Alhamdulillah, peranannya sedemikian besar bagi kehidupan di dunia.

Memahami Arti Alhamdulillah dari Perintahnya

Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com
Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com

Allah SWT mewahyukan pentingnya pengucapan arti Alhamdulillah dalam surat Al-Mu’minum ayat 28 sampai 30. Perintah mengucap kalimat tahmid ini menunjukkan isyarat pentingnya selalu memuji Allah SWT untuk senantiasa mengingat kebesarannya.

Selain itu, arti Alhamdulillah juga bentuk penguatan diri dari kekafiran. Persis seperti kisah Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS pada Al-Qur’an surat an-Naml ayat 59.

Arti Alhamdulillah ingin menegaskan pada manusia bahwa ia tidak akan pernah lepas dari rahmat Allah SWT dan wajib mensyukurinya setiap saat. Allah sebagai Tuhan senantiasa menyeru hambanya untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Kisah Di Balik Arti Alhamdulillah dalam Surat An-Naml Ayat 59

Ilustrasi Al-Qur'an | (Photo by Anis Coquelet on Unsplash)
Ilustrasi Al-Qur'an | (Photo by Anis Coquelet on Unsplash)

Berikut ini ayat, arti, dan tafsir yang mengisahkan bagaimana arti Alhamdulillah menjadi sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW mendapatkan wahyu sebagai berikut:

قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: “Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”

Tafsir Al-Mukhtashar menjelaskan bahwa Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk memuji Allah atas isi dari kisah para nabi berupa azab yang menimpa kaum yang mendustakan, dan atas isyarat yang ada dalam kisah-kisah tersebut berupa janji Allah untuk memberi kemenangan atas musuh-musuhnya.

Dan setelah itu Allah memerintahkannya untuk menyampaikan salam kepada hamba-hamba-Nya yang telah Dia pilih untuk mengemban risalah. Dan dalam kalimat ini terdapat balasan dan penghargaan bagi para nabi atas segala cobaan yang mereka dapatkan di jalan dakwah.

Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah untuk mengingkari orang musyrik dengan berkata: “Manakah yang lebih baik, Allah yang telah disebutkan perbuatan dan sifat-sifat-Nya yang menunjukkan kebesaran kuasa-Nya, atau berhala-berhala yang kalian jadikan sekutu Allah dalam ibadah?”

Keistimewaan Arti Alhamdulillah dalam Islam

Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com
Ilustrasi Al-Qur’an | Credit: freepik.com

Allah akan melebihkan pahala kepada hambanya yang membaca Alhamdulillah dengan sepenuh jiwa. Alhamdulillah merupakan salah satu kalimat yang menjadi tameng umat muslim dari neraka. Pada hari kiamat, empat kalimat (Subhanallah, Al-Hamdulillah, La Ilaha Illallah, dan Allahu Akbar) akan datang sebagai penyelamat dan pemandu bagi pembacanya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyaring empat kalimat. Yaitu Subhanallah, Al-Hamdulillah, La Ilaha Illallah, dan Allahu Akbar. Barang siapa membaca 'Subhanallah' maka dua puluh kebaikan ditetapkan baginya, dan dua puluh keburukan dihapus darinya. Barang siapa membaca 'Allahu Akbar' maka seperti itu. Barang siapa membaca 'La Ilaha Illallah' maka seperti itu. Dan barang siapa membaca Al-Hamdulillah Rabbil 'Alamin dari dirinya sendiri, maka tiga puluh kebaikan ditetapkan untuknya, dan tiga puluh kesalahan dihapus darinya". (HR Abu Hurairah dan Abu Sa'id).

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada kenikmatan yang Allah berikan kepada seseorang hamba kemudian dia berkata alhamdulillah, kecuali pemberiannya lebih baik dari pada yang diambil. Ucapan alhamdulillah memenuhi satu timbangan, subhanallah dan alhamdulillah memenuhi antara langit dan bumi".