Arti Ambigu dalam Tata Bahasa, Ketahui Jenis dan Contohnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Arti ambigu kerap kali muncul ketika ada sebuah kalimat dengan makna ganda atau lebih. Jenis kata atau kalimat ambigu kerap kali membingungkan. Arti ambigu berkaitan dengan perbedaan penafsiran suatu kata atau kalimat.

Arti ambigu dalam sebuah kalimat bisa menyebabkan ketidakjelasan dan kebingungan. Arti ambigu banyak digunakan dalam sastra, ide, pernyataan, seni, musik, bahkan matematika. Tak jarang, ambigu dijadikan cara memberikan kedalaman dan kompleksitas dalam satu karya.

Arti ambigu adalah salah satu pengetahuan tata bahasa yang penting dipahami. Arti ambigu bisa dipahami dari jenis-jenisnya.

Berikut arti ambigu, jenis, dan contohnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(3/6/2021).

Mengenal ambigu

Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/foto
Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/foto

Ambigu adalah kata atau kalimat yang memiliki dua atau lebih makna. Ambiguitas kadang membuat sebuah kata atau kalimat memiliki keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya. Arti adalah konstruksi ketatabahasaan yang memiliki lebih dari satu penafsiran.

Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Ambiguitas sering juga disebut ketaksaan. Arti ambigu adalah ide atau situasi yang dapat dipahami dengan lebih dari satu cara. Ini meluas dari kalimat yang ambigu (yang bisa berarti satu atau lain hal) hingga alur cerita yang ambigu dan argumen yang ambigu.

Penggunaan ambigu

Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/David
Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/David

Sebuah kata, frase, atau kalimat bersifat ambigu jika memiliki lebih dari satu arti. Adanya kalimat ambigu dapat menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan isi atau maksud dari bacaan. Ambigu dapat ditemukan baik dalam bahasa yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. Terkadang ambiguitas bisa menjadi hal yang baik, terutama dalam puisi dan mendongeng.

Kata atau kalimat ambigu dapat timbul dalam berbagai variasi tulisan atau tuturan. Jenis-Jenis ambiguitas di antaranya adalah ambiguitas fonetik, ambiguitas gramatikal, dan ambiguitas leksikal.

Beda ambigu dan ketidakjelasan

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs

Ambiguitas mirip dengan ketidakjelasan. Yang membedakan adalah ambiguitas mengacu pada sesuatu yang memiliki banyak kemungkinan arti, sedangkan ketidakjelasan mengacu pada kurangnya kejelasan. Ketidakjelasan mengacu pada sesuatu yang kabur dan tidak memiliki arti yang jelas sementara sesuatu yang ambigu mungkin memiliki beberapa kemungkinan arti yang jelas.

Sekilas, tampaknya ambiguitas dan ketidakjelasan hampir homonim, karena definisi ambiguitas memungkinkan lebih dari satu kesimpulan potensial. Ketidakjelasan, di sisi lain, mengacu pada situasi di mana tidak ada interpretasi yang berhasil ditarik karena informasi yang diberikan tidak cukup jelas.

Jenis ambigu dan contohnya: Ambiguitas fonetik

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Julia

Ambiguitas fonetik muncul akibat berbaurnya bunyi - bunyi bahasa yang dilafalkan. Jenis ambigu fonetik terbentuk saat kata atau kalimat jika dilafalkan terlalu cepat dapat mengakibatkan keraguan maknanya. Ambiguitas fonetik terjadi ketika adanya persamaan bunyi kata saat diucapkan.

Contoh dari ambiguitas fonetik adalah:

Beruang: Beruang bisa berarti mempunyai uang atau nama binatang.

Jarak: Jarak bisa berarti rentang wilayah atau nama sejenis tumbuhan.

Hak: Hak mempunyai dua arti, yakni yang menyatakan milik dan bagian sepatu wanita.

Salam: Kata salam bisa berarti sapaan dan nama bumbu dapur.

Gelar: Gelar bisa bermakna pangkat atau membuka gulungan tikar.

Batu: Kata batu bisa bermakna nama benda padat yang sangat keras atau nama kota di Jawa Timur.

Bunga: bunga bisa bermakna tanaman atau imbalan yang digunakan pada penggunaan uang atau modal di bank.

Jenis ambigu dan contohnya: Ambiguitas Gramatikal

Ilustrasi Menulis, Teks (Image by Free-Photos from Pixabay)
Ilustrasi Menulis, Teks (Image by Free-Photos from Pixabay)

Ambiguitas atau ketaksaan pada tingkat gramatikal terjadi pada proses pembentukan pada tingkat kebahasaan, yaitu morfologi (morfem dan kata) dan sintaksis (frasa, klausa, dan kalimat). Pada tataran morfologi, ambiguitas mengakibatkan perubahan makna.

Contoh dari ambiguitas dalam morfologi adalah:

Pemukul: kata ‘pemukul’ dapat bermakna ganda ‘orang yang memukul’ atau alat untuk memukul.

Pada tataran sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat. Tiap kata yang membentuk frasa atau kalimat itu telah jelas, tetapi dalam pengombinasiannya dapat memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian.

Contoh dari ambiguitas dalam sintaksis adalah:

Frasa orang tua dapat bermakna ‘orang yang tua’ atau ‘ibu-bapak’.

Jenis ambigu dan contohnya: Ambiguitas leksikal

Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/NeonBrand
Ilustrasi Menulis Teks Credit: unsplash.com/NeonBrand

Ambiguitas pada tingkat leksikal meliputi polivalensi, ketidakjelasan batas makna suatukata, dan penggunaan gaya bahasa. Setiap kata atau frasa dalam bahasa kadang memiliki makna lebih dari satu, sehingga pendengar atau pembaca sering melakukan kesalahan dalam menafsirkan makna tersebut.

Ambiguitas seperti ini yang menyebabkan makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung pada konteks kalimatnya. Ambiguitas leksikal terkadang digunakan dengan sengaja untuk membuat permainan kata dan jenis permainan kata lainnya. Dalam tataran leksikal, ambiguitas dapat dilihat dari dua sisi yaitu polisemi dan homonim.

Contoh ambigu leksikal polisemi:

Sisi pertama adanya gejala polisemi. Misalnya kataharam dalam bahasa Indonesia dapat bermakna:

1. Terlarang, tidak halal

2. Suci, tidak boleh dibuat sembarangan

3. Sama sekali tidak, sungguh-sunguh tidak

4. Terlarang oleh undang-undang, tidak sah.

Contoh ambigu leksikal homonim:

Sisi kedua adalah homonim yaitu kata-kata yang sama bunyinya. Sisi kedua ini tidak menimbulkan ambiguitas apabila dilihat penggunaannya dalam konteks. Contohnya:

- Dalam bahasa Indonesia, bisa berarti dapat atau racun.

- Pukul berarti jam atau ketuk.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel