Arti Iman dalam Berbagai Agama, Wujud Keyakinan dan Kepercayaan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Arti iman terkait dengan kepercayaan dan keyakinan seseorang. Istilah iman sering digunakan dalam topik keagamaan. Memahami arti iman adalah bagian penting dalam menjalankan dan mengamalkan perintah agama.

Arti iman berkaitan dengan keyakinan pada Tuhan atau keselamatan tertinggi. Arti iman merupakan keyakinan yang dimiliki tiap orang yang beragama dan berkeyakinan. Arti iman menjadi wujud keyakinan atau kepercayaan yang kuat.

Orang yang beriman adalah orang yang isi hati, ucapan, dan tindakannya sama atau selaras. Tiap agama memiliki keimanannya sendiri. Meski berbeda, konsep arti iman sebenarnya sama, yaitu meyakini dan mempercayai.

Berikut arti iman dan penerapannya dalam tiap agama, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(15/11/2021).

Pengertian iman

Ilustrasi berdoa. (Photo by RODNAE Productions from Pexels)
Ilustrasi berdoa. (Photo by RODNAE Productions from Pexels)

Menurut KBBI, arti iman adalah kepercayaan, keyakinan, dan ketetapan hati. Iman berarti keteguhan dan keseimbangan batin. Secara etimologi, arti iman berasal dari bahasa Arab, إِيْمَانٌ (īmān) yang berarti kepercayaan; keyakinan; kejujuran. Secara etimologis arti iman adalah percaya dan yakin.

Kata ini berasal dari آمَنَ āmana yang berarti memberikan rasa tenang; memercayai sesuatu. Arti iman juga terkait dengan أَمِنَ amina yang berarti merasa tenang; memercayai sesuatu.

Arti iman adalah sikap batin, keyakinan, atau kepercayaan yang menghubungkan manusia dengan Tuhan tertinggi atau keselamatan tertinggi. Iman sering dikaitkan dengan keagamaan. Dalam tradisi keagamaan yang menekankan ketuhanan, arti iman adalah ketetapan batin.

Tiap agama memiliki keimanannya masing-masing. Keimanan dalam agama menjadi penuntun umatnya dalam menjalani hidup.

Iman dalam Islam

Ilustrasi Membaca Doa Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Doa Credit: freepik.com

Arti iman dalam Islam adalah kepercayaan pada Allah SWT, Nabu, kitab, dan sebagainya yang menjadi pedoman umat Islam. Dalam Islam, ada enam rukun iman yang harus dimiliki dan dijalankan oleh tiap Muslim. Rukun iman menjadi pilar keimanan Islam.

Enam rukun iman adalah mempercayai adanya Allah SWT, malaikat, kitab-kitab Allah, Rasul Allah, hari akhir, dan takdir yang baik dan buruk. Iman ini diwujudkan dalam keyakinan dalam hati, perkataan dalam lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.

Iman dalam Kekristenan

Iman dalam Kekristenan  (Photo by Alicia Quan on Unsplash)
Iman dalam Kekristenan (Photo by Alicia Quan on Unsplash)

Dalam Kekristenan, arti iman adalah suatu keyakinan sentral yang diajarkan oleh Yesus sendiri dalam kaitannya dengan injil. Menurut Yesus, iman merupakan suatu tindakan percaya dan penyangkalan diri sehingga orang tidak lagi mengandalkan kebijaksanaan dan kekuatannya sendiri tetapi melekatkan diri pada kuasa dan perkataan dari Dia yang ia percayai.

Iman menurut teologi Katolik

Dalam suatu pengertian objektif, menurut teologi Katolik, iman adalah keseluruhan dari kebenaran-kebenaran yang disingkapkan oleh Allah dalam Kitab Suci dan Tradisi Suci yang diberikan Gereja kepada manusia dalam suatu bentuk singkat di dalam keyakinan-keyakinannya. Secara subjektif, iman merepresentasikan kebiasaan atau keutamaan/kebajikan yang melaluinya kebenaran-kebenaran ini disetujui.

Iman dalam agama Budha

Pekerja membersihkan patung di Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat, Desa Tonjong, Tajurhalang, Bogor, Selasa (25/5/2021). Vihara itu mulai dihias dan dibersihkan untuk memberi kenyamanan bagi umat Budha yang akan beribadah saat peringatan Hari Raya Waisak. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pekerja membersihkan patung di Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat, Desa Tonjong, Tajurhalang, Bogor, Selasa (25/5/2021). Vihara itu mulai dihias dan dibersihkan untuk memberi kenyamanan bagi umat Budha yang akan beribadah saat peringatan Hari Raya Waisak. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam agama Buddha, keyakinan atau iman mengacu kepada komitmen untuk mempraktikkan ajaran Buddha dan percaya kepada para makhluk tercerahkan atau mereka yang dianggap telah maju dalam pelatihan diri, seperti para Buddha atau bodhisatwa. Arti iman dalam agama Buddha adalah sebagai kepercayaan bahwa praktik ajaran Buddha akan membuahkan hasil.

Umat Buddha pada umumnya mengakui beberapa objek keyakinan, tetapi beberapa umat Buddha secara khusus membaktikan diri kepada tokoh tertentu, seperti Buddha. Keyakinan tak hanya berupa bakti kepada seseorang, tetapi juga terkait dengan konsep-konsep dalam ajaran Buddha seperti efikasi karma dan kemungkinan mencapai pencerahan.

Iman dalam agama Hindu

Umat Hindu berbaris untuk berdoa saat Festival Diwali di Kuil Batu Caves, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/11/2021). Diwali adalah salah satu festival terpenting dalam agama Hindu, didedikasikan untuk penyembahan dewi kekayaan Lakshmi. (AP Photo/Vincent Thian)
Umat Hindu berbaris untuk berdoa saat Festival Diwali di Kuil Batu Caves, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/11/2021). Diwali adalah salah satu festival terpenting dalam agama Hindu, didedikasikan untuk penyembahan dewi kekayaan Lakshmi. (AP Photo/Vincent Thian)

Dalam agama Hindu, ada dasar keyakinan atau keimanan yang disebut Panca Sradha. Ini menjadi pokok-pokok keimanan agama Hindu. Panca Sradha terdiri dari Brahman, Atman, Karma Phala, Samsara/Punarbhawa dan Moksa.

Brahman artinya percaya adanya Tuhan. Atman berarti percaya adanya jiwa. Atman dalam badan manusia disebut Jiwatma, yang menyebabkan manusia itu hidup.

Karma phala artinya percaya akan hukum sebab akibat. Segala gerak (aktivitas) yang dilakukan disengaja atau tidak, baik atau buruk, benar atau salah disadari atau diluar kesadaran kesemua itu disebut “karma”. Menurut hukum sebab-akibat, maka setiap sebab pasti ada akibat. Demikian pula sebab dari suatu gerak atau perbuatan akan menimbulkan akibat, buah atau hasil.

Selanjutnya, samsara atau punarbhawa adalah percaya adanya penitisan. Arti iman ini adalah percaya kelahiran berulang-ulang yang disebut reinkarnasi. Kelahiran yang berulang-ulang ini membawa akibat sukha dan dukha.

Terakhir, moksa yaitu percaya adanya pelepasan atau merdeka. Moksa adalah kebebasan dari keterikatan benda-benda duniawi dan terlepasnya atman dari pengaruh maya serta bersatu kembali dengan sumber-Nya. Orang yang telah mencapai moksa, tidak lahir lagi ke dunia karena tidak ada apapun yang mengikatnya.

Iman dalam agama Konghucu

Warga melakukan sembahyang Imlek di Vihara Dhanagun, Bogor, Selasa (5/2). Vihara yang juga dikenal sebagai Vihara Hok Tek Bio menjadi pusat kegiatan keagamaan 3 kepercayaan, yaitu Taoisme, Konghucu, serta Buddha. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga melakukan sembahyang Imlek di Vihara Dhanagun, Bogor, Selasa (5/2). Vihara yang juga dikenal sebagai Vihara Hok Tek Bio menjadi pusat kegiatan keagamaan 3 kepercayaan, yaitu Taoisme, Konghucu, serta Buddha. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Khonghucu meyakini dan mempercayai keberadaan Tian sebagai pencipta alam. Konfusianisme mementingkan akhlak yang mulia dengan menjaga hubungan antar-manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. Penganutnya diajar supaya tetap mengingat nenek moyang seolah-olah roh mereka hadir di dunia ini. Ajaran ini merupakan susunan falsafah dan etika yang mengajar bagaimana manusia bertingkah laku.

Dalam Konghucu, ada delapan pengakuan iman. Ini meliputi sepenuh iman kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung kebajikan, menegakkan firman gemilang, percaya adanya nyawa dan roh, memupuk cita berbakti, mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi, memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing, dan menempuh jalan suci.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel