Arti Insya Allah dalam Percakapan Sehari-Hari, Dalil dan Penggunaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Arti Insya Allah penting dipahami semua orang. Insya Allah merupakan frasa dalam bahasa Arab yang sering digunakan oleh Muslim saat membuat janji. Di Indonesia, arti Insya Allah sudah lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Ketika Muslim mengatakan Insya Allah, mereka sedang mendiskusikan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Arti Insya Allah juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Ini berisi perintah yang mengharuskan penggunaan Insya Allah ketika berbicara tentang peristiwa masa depan.

Arti Insya Allah sangat berkaitan dengan janji dan komitmen. Namun, terkadang arti Insya Allah bisa disalahartikan untuk membuat janji yang tidak ditepati. Padahal, arti Insya Allah sangat berkaitan dengan janji pada Allah.

Berikut arti Insya Allah, dalil, dan penggunannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(16/11/2021).

Arti Insya Allah

Ilustrasi Hubungan Tali Silaturahmi Credit: freepik.com
Ilustrasi Hubungan Tali Silaturahmi Credit: freepik.com

Arti Insya Allah berasal dari tiga kata, In, Syaa, dan Allah. In berarti jika, Syaa berarti menghendaki, dan Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Arti Insya Allah adalah jika Tuhan menghendaki.

Arti Insya Allah dalam KBBI adalah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi. Menurut Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab, arti Insya Allah merupakan isyarat bahwa tidak ada sesuatu yang dapat membebani Allah dengan suatu kewajiban. Semua terlaksana atas kehendak-Nya.

Insya Allah berarti jika Tuhan mengizinkan. Dengan berkata Insya Allah, maka seseorang telah membuat sebuah perjanjian dengan Allah SWT dan akan melakukan janji tersebut. Arti Insya Allah bukan hanya sekadar janji belaka. Insya Allah dipahami bahwa manusia mempercayai adanya takdir Allah.

Dasar hukum mengucapkan Insya Allah

Ilustrasi Menjaga Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt
Ilustrasi Menjaga Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt

Anjuran untuk mengucapkan Insya Allah tertuang dalam Al Qur'an Al-Kahfi 23-24. Di dalamnya, tertulis bahwa merupakan hal yang tidak diperkenankan mengucapkan suatu hal yang akan dilakukan pada masa depan tanpa mengucapkan Insya Allah. Berikut bunyinya:

...dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “In sya' Allah” dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. (Al-Kahfi 18:23-24)

Kapan harus mengucapkan Insya Allah

Ilustrasi Islami, muslim, silaturahmi. (Photo by mentatdgt from Pexels)
Ilustrasi Islami, muslim, silaturahmi. (Photo by mentatdgt from Pexels)

Insya Allah digunakan untuk menyertai pernyataan tentang sesuatu yang akan dilakukan masa yang akan datang. Arti Insya Allah diucapkan bila berbicara mengenai rencana atau kegiatan yang diharapkan akan terjadi pada masa yang akan datang.

Dalam hal ini, arti Insya Allah memang menunjukkan suatu hal yang belum pasti. Dengan kata lain, seizin Allah rencana manusia dapat dilakukan kelak kemudian hari. Insya Allah juga menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraih bukanlah semata karena usaha keras dan kehendak seseorang, tapi juga ada campur tangan izin Allah SWT.

Meski menyatakan sesuatu yang belum pasti, istilah ini tak boleh digunakan sembarangan saat berjanji. Misalnya, ketika membuat sebuah janji namun secara sengaja tidak ingin ditepati, lalu pada akhirnya mengucapkan Insya Allah.

Makna di balik Insya Allah

Ilustrasi silaturahmi (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi silaturahmi (sumber: iStockphoto)

Makna di balik Insya Allah adalah bahwa setiap kehendak atau rencana berjalan sesuai kehendak Allah SWT. Manusia hanya bisa merencanakan, dan Allah lah yang berkehendak. Dalam hal ini, manusia tidak bisa memastikan sebuah rencana pasti akan terjadi.

Insya Allah juga bermakna bahwa semua hal bersifat tidak pasti. Sebab, dalam hal ini Allah yang menentukan segala kegiatan atau apapun yang dilakukan manusia. Makna Insya Allah membuat manusia terus berikhtiar dan berharap pada kebaikan Allah.

Makna di balik Insya Allah menunjukkan sifat berserah diri pada Allah. Namun dalam hal ini, Allah selalu memberikan kebaikan bagi setiap hambanya yang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berserah diri kepada Allah.

Contoh penggunaan Insya Allah

Ilustrasi Silaturahmi Credit: freepik.com
Ilustrasi Silaturahmi Credit: freepik.com

Kata Insya Allah sudah menjadi bagian dari percakapan masyarakat. Kata ini sering digunakan ketika seseorang akan membuat janji. Mengucapkan Insya Allah adalah keharusan jika berkaitan dengan sebuah rencana di masa yang akan datang.

Kalimat Insya Allah termasuk dalam kalimat syarat yang membutuhkan jawab syarat. Sebagai contoh, 'Insya Allah, saya akan membelinya mobil bulan depan'. Kalimat 'saya akan ke membeli mobil' berkedudukan sebagai jawab syarat. Jika diartikan menjadi 'Jika Allah menghendaki, saya akan membeli mobil.

Namun, Insya Allah tak boleh digunakan sembarangan, apalagi untuk membuat janji palsu. Tak jarang, orang lebih mempercayai kalimat Insya Allah dibandingkan kalimat yang berisi janji-janji saja.

Ini membuat kalimat Insya Allah jadi berkurang maknanya. Misalnya, orang yang mengucapkan kalimat Insya Allah terkadang tidak dengan serius mengucapkannya, dan kadang yang mengucap belum tentu benar-benar akan berusaha untuk menepati janjinya.

Padahal, mengucapkan Insya Allah adalah bentuk janji pada Allah. Dengan berkata Insya Allah, maka seseorang telah membuat sebuah perjanjian dengan Allah SWT dan akan melakukan janji tersebut jika Allah menghendaki.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel