Arti Komunis, Ciri-Ciri, Sistem Ekonomi dan Daftar Negara yang Menganutnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Arti komunis adalah ideologi politik dan ekonomi yang memposisikan dirinya berlawanan dengan demokrasi liberal dan kapitalisme. Tujuan utamanya adalah terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara.

Menurut KBBI, arti komunis adalah penganut paham komunisme. Sedangkan komunisme sendiri pada KBBI, merupakan paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara.

Dalam arti komunis, kepemilikan alat produksi secara pribadi tidak ada atau sangat dibatasi. Dengan kata lain, negara komunis adalah negara yang menjalankan sistem komunal atau kepemilikan bersama dalam kepemilikan alat produksi. Alat produksi di sini adalah seperti lahan pertanina, lahan perkebunan, mesin industri, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Berikut ini penjelasan mengenai arti komunis beserta ciri-ciri, sistem ekonomi dan daftar negara yang menganutnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/11/2021).

Arti Komunis

Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Jacey
Ilustrasi Buku Credit: pexels.com/Jacey

Arti komunis adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambilalihan alat-alat produksi melalui peran partai komunis. Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambilalihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu.

Arti komunis adalah paham yang memiliki prinsip semua direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh anggota partai komunis, yang sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis. Oleh karena itu, dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

Arti komunis adalah ideologi politik dan ekonomi yang memposisikan dirinya berlawanan dengan demokrasi liberal dan kapitalisme. Liberalisme sendiri adalah ideologi yang menganut doktrin politik yang melindungi dan meningkatkan kebebasan individu menjadi masalah sentral politik. Menurut Britannica, kaum liberal biasanya percaya bahwa pemerintah diperlukan untuk melindungi individu agar tidak dirugikan oleh orang lain, tetapi mereka juga mengakui bahwa pemerintah itu sendiri dapat menjadi ancaman bagi kebebasan.

Negara Komunis

Ilustrasi Negara Komunis Credit: pexels.com/Tatiana
Ilustrasi Negara Komunis Credit: pexels.com/Tatiana

Ada 5 negara di dunia yang menganut ideologi komunis. Walaupun belum menjadi negara komunisme murni, namun negara-negara ini sedang dalam transisi dari sosialisme. Menurut Marx, hal ini merupakan titik tengah yang diperlukan antara kapitalisme dan ekonomi komunis yang ideal. Kelima negara yang menganut ideologi komunis adalah Tiongkok, Kuba, Laos, Korea Utara, dan Vietnam.

Selain lima negara tersebut, pada tahun 1922, Uni Republik Sosialis Soviet didirikan dengan enam negara komunis: Rusia, Belarusia, Ukraina, dan Federasi Transkaukasia. Pada tahun 1936, Federasi menjadi Georgia, Azerbaijan, dan Armenia. Pada tahun 1991, ketika dibubarkan, Uni Soviet terdiri dari 15 negara. Tambahan sembilan yang Estonia, Latvia, Lithuania, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Pada tahun 1955, Uni Soviet membuat Pakta Warsawa dengan sekutu militer komunis lainnya. Mereka termasuk Albania, Bulgaria, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania. Uni Soviet memiliki banyak sekutu komunis lainnya. Banyak yang menjadi komunis pada tahun 1970-an tetapi beralih ke bentuk pemerintahan lain setelah Uni Soviet runtuh. Mereka termasuk Afghanistan, Angola, Benin, Kongo, Ethiopia, Mongolia, Mozambik, Somalia, Yaman Selatan, dan Yugoslavia.

Ciri-Ciri Komunis

Ilustrasi palu arit | Via: istimewa
Ilustrasi palu arit | Via: istimewa

Komunis memiliki lima ciri-ciri yang perlu Anda ketahui, yakni:

1. Komunisme mengajarkan tentang teori perjuangan kelas, artinya penganut komunisme akan memperjuangkan kelas atau kelompoknya. Contoh kaum proletariat yang melawan kaum kapitalis atau tuan tanah.

2. Biasanya penganut komunis adalah ateis, artinya penganut komunis biasanya ateis karena menganggap Tuhan tidak ada. Sehingga mereka tidak beriman kepada Tuhan.

3. Kepemilikan barang menjadi milik bersama, artinya salah satu ciri yang paling dikenal dari komunisme adalah kepemilikan barangnya secara komunal atau umum. Penganut komunisme tidak membiarkan seseorang memiliki hak milik pribadi atau menguasai barangnya.

4. Kepentingan kelompok lebih penting, artinya dalam paham komunis, kepentingan individu tidaklah penting karena mereka lebih mengutamakan kepentingan bersama, yakni negara atau kelompoknya.

5. Revolusinya menjalar ke seluruh dunia, artinya salah satu doktrin komunis ialah the pemanent atau continuous revolution (revolusi secara terus menerus). Revolusi dari paham ini menjalar ke seluruh dunia, sehingga sering disebut go international.

Sistem Ekonomi Komunis

Ilustrasi Uang. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Uang. Credit: pexels.com/pixabay

Dalam jurnal Paradigma Idiologi Sistem Ekonomi Dunia (2018) karya Nurhadi, dituliskan jika sistem ekonomi komunis adalah sistem perekonomian yang menjadikan pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber aktivitas perekonomian. Paham komunisme tidak memperbolehkan individu atau suatu kelompok memiliki kekayaan pribadi, sehingga kehidupan ekonominya bergantung kepada pemerintah. Seluruh industri perekonomian kecil hingga yang besar, dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah.

Seluruh perintah perekonomian di negara penganut komunisme dibuat oleh pemerintah pusat. Sistem ekonomi ini bersifat totaliter dan pemerintah yang menentukan segalanya, mulai dari lokasi penempatan kerja hingga apa yang harus dikonsumsi. Selain itu, dalam sistem ekonomi komunis, tidak ada hak milik pribadi, orang tidak diperbolehkan memilih pekerjaannya, seluruh perusahaan merupakan milik negara atau tidak ada perusahaan swasta, dan harganya juga dikendalikan langsung oleh pemerintah atau negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel