Arti Lebaran dan Maknanya bagi Umat Islam Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Hari Raya Idulfitri merupakan momen besar bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, Hari Raya Idulfitri dikenal juga dengan sebutan Lebaran. Di Lebaran inilah masyarakat merayakannya dengan penuh suka cita.

Istilah lebaran tak lepas dari ajaran Islam pertama kali masuk ke Indonesia. Lebaran menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat, khususnya pulau Jawa. Dalam penyebarannya, Islam menggunakan istilah-istilah yang dekat dengan masyarakat setempat.

Momen lebaran selalu identik dengan kembali ke fitrah dan saling memaafkan. Makna lebaran tak hanya sekadar kembali ke fitrah. Lebaran bisa menjadi ungkapan syukur, kebersamaan, dan budaya yang tetap dijunjung.

Nah, seperti apa arti lebaran dan artinya bagi umat Islam di Indonesia? Simak ulasan tentang asal usul istilah lebaran, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(3/5/2021).

Asal mula kata lebaran

Ilustrasi Menjaga Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt
Ilustrasi Menjaga Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Istilah lebaran ternyata memiliki sejarah asal mula penamaannya.

Kata lebaran berasal dari budaya Hindu. Dilansir dari Antara, menurut MA Salamun, istilah lebaran berasal dari tradisi Hindu yang berarti selesai, usai, atau habis. Istilah ini kemungkinan digunakan para Wali agar umat Hindu yang baru masuk Islam pada waktu itu tidak merasa asing dengan ajaran baru yang dianutnya.

Asal usul tentang kata lebaran memiliki ragam versi. Dalam bahasa Jawa, lebaran berasal dari kata "wis bar" atau sudah selesai. Bar merupakan bentuk pendek dari kata "lebar" yang berarti selesai. Lebar-an dalam bahasa Jawa artinya Sudah-an/Setelah-an atau Sesudahnya/Setelahnya.

Makna lebaran

Ilustrasi Silaturahmi Credit: freepik.com
Ilustrasi Silaturahmi Credit: freepik.com

Lebaran bagi orang Jawa beranrti selesai. Lebaran dimaknai sebagai selesainya bulan puasa dan disambutnya hari kemenangan. Muslim Indonesia lebih familiar dengan kalimat Lebaran dalam merayakan Hari Kemenangan.

Istilah lebaran juga banyak digunakan untuk orang Betawi. Menurut mereka, lebaran berasal dari kata lebar yang dimaknai sebagai keluasan atau kelegaan hati umat Islam setelah sebulan berpuasa. Lebaran juga dimaknai sebagai kegembiraan menyambut hari kemenangan.

Dalam budaya Jawa, lebaran juga dimaknai sebagai lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya seseorang akan bisa terlepas dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, keberkahan, dan rahmat Allah SWT. Sementara labur artinya bersih.

Arti kata Idulfitri

Arti kata Idulfitri/ Sumber: iStockphoto
Arti kata Idulfitri/ Sumber: iStockphoto

Idulfitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Idulfitri berasal dari dua kata "id" dan "al-fitri". Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama.

Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah, yang artinya kebiasaan. Hal ini karena masyarakat telah menjadikan kegiatan ini menyatu dengan kebiasaan dan adat mereka. Sementara kata fitri memiliki dua makna yang berbeda menurut beberapa pendapat. Kata fitri bisa berarti "berbuka puasa" dan "suci"

Dari penjelasan arti istilah Idulfitri diatas dapat disimpulkan bahwa makna Idulfitri dapat dijabarkan dengan hari raya kemenangan dimana umat muslim merayakannya dengan kembali "buka puasa" atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idulfitria dalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idulfitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Makna Idulfitri juga dapat digambarkan sebagai kembalinya seseorang kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah.

Tradisi yang hadir saat lebaran

Idul Fitri / Sumber: iStockphoto
Idul Fitri / Sumber: iStockphoto

Mudik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mudik bisa berarti berlayar atau pergi ke udik (hulu sungai) dan juga berarti pulang ke kampung halaman. Para pemudik adalah mereka yang hijrah ke kota, daerah lain, bahkan negara lain, kemudian pulang ke kampung halaman untuk bertemu kembali dengan keluarga, sanak saudara, kerabat, dan sahabat.

Takbiran

Takbiran menjadi tradisi unik lainnya saat lebaran. Takbiran dilakukan dengan melantunkan takbir pada malam sebelum Idulfitri. Melantunkan takbir saat menjelang Idulfitri dan saat Idulfitri itu juga memang merupakan sunah dari Rasulullah. Di Indonesia, takbiran dilakukan dengan membunyikan bedug, berkeliling kota, dan saling mengunjungi.

Sungkeman

Kegiatan yang dilakukan saat mudik lainnya adalah sungkeman. Tradisi ini biasanya menjadi momen haru bagi orang tua dan anak. Saat sungkeman, para anak bersimpuh di pangkuan orang tua unruk memohon maaf dan saling memaafkan.

Tradisi yang hadir saat lebaran

Ilustrasi silaturahmi (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi silaturahmi (sumber: iStockphoto)

Silaturahmi

Silaturahmi menjadi kegiatan saat mudik yang pasti tak boleh ketinggalan. Pada momen ini, tiap keluarga saling mengunjungi satu sama lain untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Di masa pandemi, silaturahmi bisa dilakukan secara daring seperti menggunakan video call.

Berbagi hadiah

Kegiatan selanjutnya adalah berbagi hadiah untuk anggota keluarga. Biasanya anggota keluarga akan saling memberi hadiah baik itu berupa baju, alat salat, makanan atau uang.

Ziarah kubur

Tradisi ziarah kubur menjadi salah satu kegiatan penting di kampung halaman. Ziarah kubur menjadi tradisi yang sudah mengakar bagi masyarakat Indonesia, di mana leluhur adalah sosok yang dihormati dan harus tetap diingat dan didoakan.