Arti Orientasi dalam Bahasa Indonesia, Pahami dari Contoh Penerapannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengenal arti orientasi dalam bahasa Indonesia adalah mengarah pada pandangan yang mendasari cara berpikir seseorang. Arti orientasi dapat didefinisikan sebagai penentu sikap seseorang sesuai cara berpikir dan cara pandangannya pada suatu hal.

“Arti orientasi adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar. Arti orientasi dalam bahasa Indonesia adalah pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan,” dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Ada tiga jenis orientasi yang dapat mendefinisikan lebih dalam tentang arti orientasi, sesuai waktu (orientasi temporal), sesuai tempat (orientasi spasial), dan sesuai dengan objek (orientasi personal). Ketiga makna orientasi mengarah pada kemampuan individu memahami waktu, batasan, hingga menunjukkan identitas.

Memahami arti orientasi dalam bahasa Indonesia berhubungan pula dengan perkenalan. Para ahli dalam bidang ini menjelaskan arti orientasi adalah cara menyesuaikan sikap dan tingkah laku sesuai cara berpikirnya. Adanya orientasi umumnya digunakan untuk perkenalan dan memberikan informasi baru.

“Arti orientasi adalah pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan,” dijelaskan oleh Sedarmayanti (2012: 114).

Agar lebih memahami tentang arti orientasi, simak penjelasan lengkap dan contohnya. Berikut Liputan6.com ulas tentang arti orientasi dari berbagai sumber, Kamis (4/11/2021).

Penerapan Arti Orientasi

Ilustrasi Membaca Buku Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Buku Credit: freepik.com

Istilah orientasi dalam bahasa Indonesia adalah salah satu bentuk perkenalan untuk bisa menentukan sikap berupa arah dan pandangan pikiran seseorang. Umumnya, masa orientasi diterapkan oleh siswa baru di sekolah atau karyawan baru di sebuah perusahaan.

Ketika seseorang berada di lingkungan baru, tentu dibutuhkan adaptasi dan pengenalan agar bisa menyesuaikan dengan situasi yang telah ada di dalamnya. Maka dari itu, masa orientasi sangat diperlukan bagi seseorang yang hendak hidup di tempat atau lingkungan baru. Sehingga untuk memahami apa itu orientasi menjadi sangat penting.

Adanya orientasi, seseorang jadi memiliki pandangan atau gambaran tertentu tentang bagaimana akan menyesuaikan dengan lingkungan baru nanti dan seterusnya. Maka dari itu, dalam orientasi kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat sangat diperlukan.

Dalam ruang lingkup perusahaan, adanya orientasi penting bagi karyawan. Orientasi menjadi bagian penting dari proses perusahaan dalam menyediakan informasi untuk karyawan baru. Sementara itu, masa orientasi juga dibutuhkan oleh para siswa baru supaya bisa mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah.

Jenis-Jenis Orientasi

1. Orientasi Temporal

Memahami arti orientasi temporal (orientasi waktu), yaitu kemampuan individu untuk mengetahui hubungan masa, waktu, hari, tanggal, bulan, musim, atau tahun, baik sekarang, yang lampau, ataupun yang akan datang.

2. Orientasi Spasial

Memahami arti orientasi spasial (orientasi tempat), yaitu kemampuan individu untuk mengetahui batasan ruang atau lokasi yang ditempati serta hubungannya dengan ruang atau lokasi lain.

3. Orientasi Personal

Memahami arti orientasi personal (orientasi perorangan), yaitu kemampuan individu untuk mengemukakan identitas diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Contoh Penerapan Orientasi pada Siswa Baru

Ilustrasi sekolah. (Photo by Satria Perkasa on Unsplash)
Ilustrasi sekolah. (Photo by Satria Perkasa on Unsplash)

Orientasi diperlukan bagi para siswa baru agar mampu mengenali semua aspek di lingkungan sekolah, baik fisik maupun ruang lingkup sosial. Selain itu, masa orientasi siswa baru kerap digunakan untuk melatih kedisiplinan, melatih ketahanan mental, dan mempererat tali persaudaraan antar siswa.

Adapun tujuan Orientasi Siswa menurut Permendikbud nomor 18 tahun 2016 adalah sebagai berikut:

1. Mengenali potensi diri siswa baru

2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah

3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru

4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya

5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong

Contoh Penerapan Orientasi pada Karyawan Baru

Ilustrasi Karyawan. Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi Karyawan. Credit: pexels.com/fauxels

Ada enam tujuan orientasi karyawan baru ini. Intinya, agar karyawan baru bisa menyesuaikan dengan keadaan baru. Tentu saja agar produktivitas lebih mudah dilakoni di tempat baru.

Dalam proses perekrutan karyawan baru, orientasi adalah bentuk perkenalan sekaligus penyesuaian karyawan baru untuk lebih memahami perusahaan.

Pada tahap ini pula, orientasi sangat diperlukan bagi karyawan baru untuk menyesuaikan diri. Terutama berkaitan dengan pekerjaan yang akan dihadapi dan penyelesaian yang harus dilakukan.

Berikut tujuan orientasi karyawan baru:

1. Beradaptasi dan berinteraksi dengan kondisi lingkungan baru yang dimasuki

2. Memahami organisasi dan budaya perusahaan, seperti visi dan misi, nilai inti, hingga kegiatan operasional perusahaan

3. Memiliki kesamaan pola (paradigma) pikir

4. Bekal sebelum karyawan bertugas di tempat kerjanya masing-masing

5. Merasa diterima dan menjadi bagian dalam tim dan perusahaan

6. Menghindari permasalahan yang mungkin terjadi saat karyawan baru menerima tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaannya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel