Arti Surat Al Ikhlas dan Keutamaannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Di dalam Al Quran, terdapat banyak surat yang tertulis dan dianjurkan untuk dibaca, dipahami dan diamalkan keutamaannya. Salah satu surat yang terdapat di dalam Al Quran adalah surat Al Ikhlas.

Surat Al Ikhlas termasuk surat pendek yang mudah untuk dipahami dan dibaca. Surat ini terdiri dari empat ayat yang sering diamalkan umat Islam. Arti surat Al Ikhlas ini sangat berhubungan dengan perintah Allah yang ditujukan untuk semua umat.

Arti surat Al Ikhlas secara umum adalah mendefinisikan dan menggambarkan tentang keesaan Allah SWT, bahwa Allah adalah satu, yang menjadi sebuah dzat untuk bergantung dan kembali bagi seluruh makhluk hidup di alam semesta.

Jika surat Al Ikhlas ini dipahami secara mendalam, maka umat Muslim bisa lebih medalami, mengamalkan dan memperkuat imannya kepada Allah SWT. Keutamaan memahami surat Al Ikhlas juga bisa didapatkan, bagi seluruh umat yang mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut arti surat Al Ikhlas dan keutamaannya, dilansir dari Liputan6.com:

Arti Surat Al Ikhlas

Ilustrasi Sholat Idul Fitri di Rumah Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Sholat Idul Fitri di Rumah Credit: shutterstock.com

Surat Al Ikhlas terdiri dari 4 ayat di dalam Al Quran, yang memiliki arti penting disetiap ayatnya. Berikut bacaan dan arti surat Al Ikhlas:

  1. qul huwallāhu aḥad. Artinya: Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.

  2. allāhuṣ-ṣamad. Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

  3. lam yalid wa lam yụlad. Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

  4. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad. Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Keutamaan Surat Al Ikhlas dalam Kehidupan

Ilustrasi Sholat Idul Fitri di Rumah Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Sholat Idul Fitri di Rumah Credit: shutterstock.com

Memberikan Perlindungan

Keutamaan dari surat Al Ikhlas yang pertama adalah memberikan perlindungan, kepada setiap orang yang membaca dan mengamalkan surat Al Ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Pembacaan surat Al Ikhlas ini bisa dibarengi dengan membaca surat Al Falaq dan An Naas. Berdasarkan Hadits Uqbah bin ‘Amir al Juhani Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Tatkala aku menuntun kendaraan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah peperangan, tiba-tiba beliau berkata: “Wahai Uqbah, katakana,” aku pun mendengarkan, kemudian beliau berkata (lagi): “Wahai Uqbah, katakana,” aku pun mendengarkan. Dan beliau mengatakannya sampai tiga kali, lalu aku bertanya: “Apa yang aku katakan?” Beliau pun bersabda: “Katakan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ”, lalu beliau membacanya sampai selesai. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّالفَلَقِ, aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ, aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun yang berlindung (dari segala keburukan) seperti orang orang yang berlindung dengannya (tiga surat) tersebut.”

Amalan Masuk Surga

Surat Al Ikhlas juga memiliki keutamaan membuat umat Muslim masuk ke surga, jika surat ini diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang disebutkan dalam Hadist Riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata:

“Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mendengar seseorang membaca surat Al Ikhlas. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah wajib,” aku bertanya: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda, “(Telah wajib baginya) surga.”

Setara Sepertiga Bacaan Al Quran

Membaca dan mengamalkan surat Al Ikhlas ini, setara dengan sepertiga bacaan Al Quran. Seperti yang dinyatakankan dalam Hadist Riwayat Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Sesungguhnya seseorang mendengar orang lain membaca surat Al Ikhlas dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur'an.”

Keutamaan Surat Al Ikhlas yang Selanjutnya

Ilustrasi Kitab Al Qur’an Credit: pexels.com/Abdulmeilk
Ilustrasi Kitab Al Qur’an Credit: pexels.com/Abdulmeilk

Pegampunan Dosa

Surat Al Ikhlas membantu umat Muslim, agar diampunkan dosanya oleh Allah, jika selalu mengamalkan dan memaknai surat ini. Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Mihjan bin al Adru’ Radhiyallahu ‘anhu, di mana beliau berkata:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba (ada) seseorang yang telah selesai dari shalatnya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta (kepadaMu) bahwa sesungguhnya Engkau (adalah) Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya, ampunilah dosa-dosaku, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh ia telah diampuni (dosa-dosanya),” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.

Sebagai Penghantar Tidur

Keutamaan surat Al Ikhlas yang terakhir, yaitu sebagai penghantar tidur bagi umat Muslim yang mengamalkan surat ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali hendak tidur selalu mengamalkan surat Al Ikhlas ini. Berdasar Hadits A’isyah Radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan:

Sesungguhnya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin merebahkan tubuhnya (tidur) di tempat tidurnya setiap malam, beliau mengumpulkan ke dua telapak tangannya, kemudian beliau sedikit meludah padanya sambil membaca surat “Qul Huwallahu Ahad” dan “Qul A’udzu bi Rabbin Naas” dan “Qul A’udzu bi Rabbil Falaq,” kemudian (setelah itu) beliau mengusapkan ke dua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat beliau jangkau. Beliau memulainya dari kepalanya, wajahnya, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.