Artis Cantik Italia Muak Baca Pemberitaan Masif Diego Maradona

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kematian Diego Maradona menjadi kabar mengejutkan bagi publik sepakbola dunia. Ada banyak penghormatan dan penghargaan yang didedikasikan kepada sang legenda yang meninggal pada Rabu lalu 25 November 2020 tersebut.

Meski demikian, ada juga yang mengkritik masifnya pemberitaan meninggalnya Maradona yang dianggap berlebihan. Dari dunia seni, penyanyi cantik Italia Laura Pausini mempertanyakan tingginya tingkat pemberitaan di Italia soal meninggalnya Maradona.

Sebenarnya tidak heran jika meninggalnya Maradona membuat heboh Italia. Sebab legenda sepakbola dunia itu meraih salah satu pencapaian terbesarnya dengan memenangkan gelar juara bersama Napoli sehingga mendapatkan status setengah dewa.

Namun Laura Pausini menyematkan label terhadap Maradona sebagai "sosok yang tidak begitu berarti". Dia pun sempat mengunggah pendapatnya itu di media sosial. Meski kemudian unggahannya dia hapus setelah menerima banyak kritikan.

"Di Italia, kematian seorang pria yang tidak diragukan lagi sangat pandai sepakbola tapi tidak terlalu signifikan karena ribuan hal yang dilakukan, menjadi berita yang lebih besar ketimbang hilangnya banyak wanita yang dianiaya dan dilecehkan," tulisnya.

"Wanita-wanita ini (yang dianiaya dan dilecehkan) tidak termasuk dalam berita utama negara ini, meskipun kami kalah dua kali lagi pagi ini (ada dua kasus baru). Saya benar-benar tidak tahu harus berpikir apa."

Pernyataannya ini memicu kontroversi besar di media sosial, dengan banyaknya komentar yang mendukung dan membalas. Usai menghapus postingan tersebut, Pausini kembali membagikan pesan di media sosial dan menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran bagi perempuan di seluruh dunia yang menjadi korban kekerasan.

Sebelumnya, sosok Paula Dapena juga sempat menjadi berita utama di seluruh dunia pada akhir pekan lalu setelah dia menolak untuk mengambil bagian dalam mengheningkan cipta untuk menghormati mendiang Diego Maradona yang meninggal pekan lalu.

Dalam sesi penghormatan sebelum laga ini, dia malah duduk di tanah dan membalikkan punggungnya. Sementara rekan setimnya di Viajes Interrias FF berdiri di sampingnya. Beberapa jam setelah aksinya itu, dia telah menerima ancaman pembunuhan.