Artis Jennifer Coppen Sepakat Berdamai dengan Pria yang Menamparnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Artis Jennifer Rochelle Coppen sepakat berdamai dengan pria berinsial KJ yang menamparnya. Dia sebelumnya melaporkan pria itu telah menganiayanya.

"Iya, sudah berdamai untuk kasus itu," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir saat dihubungi, Sabtu (28/5).

Ia menyebutkan, untuk kasus tersebut sebenarnya masih diselidiki. Terlapor KJ dan pelapor Jennifer ternyata mengadakan pertemuan di luar.

Polisi Terapkan Restorative Justice

Jumat (27/5) sekitar pukul 01.00 Wita, mereka datang ke Polsek Kuta Utara untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

"Mereka, kemarin mengadakan pertemuan di luar mau menyelesaikan secara damai. Makannya, kemarin mereka itu terlapor dan pelapor itu sudah datang ke Polsek mau menyelesaikan secara kekeluargaan dan makannya kita terapkan restorative justice," jelasnya.

"Karena, kita proses restorative asalkan pelapor tidak keberatan kita laksanakan itu. Iya, kasusnya kita hentikan," sambungnya.

Gelar Perkara Khusus

Sementara, penerapan restorative justice dilakukan setelah adanya permohonan dari pelapor dan terlapor untuk menyelesaikan kasus tersebut secara damai. Permohonan itu diajukan kepada Kapolsek Kuta Utara dan disetujui. Namun sebelumnya dilaksanakan gelar perkara khusus.

"Kemarin, kita sudah tahap permohonan dari pelapor dan terlapor. Kita kebetulan malamnya juga langsung mengajukan permohonan ke Kapolsek dan menyetujui. Kita, melakukan gelar perkara khusus setelah kita melakukan gelar perkara khusus nanti di situ kita memutuskan untuk menghentikan perkaranya," ungkapnya.

"Arahnya akan dihentikan. Tapi, ada proses yang harus dilaksanakan tidak serta-merta diselesaikan, kita harus gelar perkara khusus juga," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, pihak Kepolisian Polsek Kuta Utara, melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan kepada aktris Jennifer Rochelle Coppen.

Artis yang kerap berpenampilan seksi dan membintangi sejumlah sinetron maupun layar FTV itu diduga dianiaya di Shishi Bar, di Jalan Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (12/5) sekitar pukul 03.30 Wita.

"Iya benar (ada dugaan penganiayaan). Kita sudah terima laporannya dan kita masih melakukan penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir saat dikonfirmasi, Senin (16/5) lalu. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel