Artis Pompom Saham, Kemenkeu Ingatkan Informasi Akurat dan Bertanggungjawab

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) angkat suara terkait banyaknya artis yang kerap merekomendasikan untuk membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah 'pom-pom saham', oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia khususnya di ranah pasar modal.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan menilai, upaya pom pom saham yang dilakukan kalangan artis cukup baik. Sebab, tujuan artis dan influencer tersebut, mengajak kalangan anak muda hingga artis lain untuk ikut investasi di pasar modal Indonesia.

"Jadi ini langkah yang bagus dari untuk tetap jaga minat masyarakat terutama generasi muda dan selebritis untuk mau investasi di pasar keuangan," kata dia dalam diskusi Peran Investor Lokal dalam Rangka Pendalaman Finansial Instrumen Saham & Surat Berharga, secara virtual, Rabu (10/3/2021).

Meski begitu, Deni menekankan mereka para artis juga harus bisa mempertanggungjawabkan mengenai informasi saham-saham tersebut kepada publik.

"Di sisi lain beri tanggungjawab untuk beri info yang akurat dan dipertanggungjawabkan kepada publik," imbuhnya.

Sementara itu, terkait tindakan tegas untuk para artis yang melakukan 'pom-pom saham' menurut dia sudah menjadi kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun dia memandang, OJK sudah cukup pro aktif sosialisasi kepada para influencer tersebut.

"Jadi memang saya pikir OJK sudah cukup proaktif dalam lakukan upaya sosialisasi termasuk memanggil influencer yang beri advice yang bisa diikuti pengikutnya tanpa beri penjelasan yang cukup memadai," ujar dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Genjot Edukasi Pasar Modal, BEI Bakal Gandeng Influencer Saham

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, sejak 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memiliki program influencers incubator. BEI menilai peran pesohor ini mampu menjadi salah satu corong edukasi mengenai pasar modal kepada khalayak.

Mulanya, BEI hanya menggandeng selebritas yang acap muncul di televisi. Namun, seiring dengan perkembangannya, influencer tersebut mencakup selebritas instagram (selebgram) hingga youtuber.

Dalam program ini, BEI terlebih dahulu memberikan edukasi kepada influencer sebelum disebarluaskan dan diterima oleh followers atau pengikut.

"Program ini sebetulnya sangat positif. Bahkan followers mereka di tengah kondisi kepanikan akibat pandemi COVID-19 dapat dengan mudah mendapatkan informasi terbaik dari kami melalui influencer yang tergabung sebelumnya dalam influencers incubator,” ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal - Peran Media dalam Mencerdaskan Investor Ritel Indonesia, Selasa, 23 Februari 2021.

Program influencer saham ini akan dilanjutkan pada 2021. Hal tersebut seiring dengan tren influencer saham yang viral beberapa waktu lalu. BEI menilai kehadiran bursa sangat perlu untuk meluruskan soal pasar modal.

"Tahun ini, mengingat fenomena yang membutuhkan kehadiran kami untuk merangkul influencers ini direncanakan akan terus dilanjutkan agar influencers lebih teredukasi,” kata Hasan.

Di sisi lain, Hasan juga mengakui influencer saham ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pertumbuhan investor pada 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini