Artis TikTok, Bella Poarch Kritisi Standar Kecantikan di Lagu Debut

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Industri musik pop menyambut lahirnya bintang baru yang datang dari popularitas media sosial. Ia adalah Bella Poarch yang baru saja merilis single debutnya berjudul Build A B*tch.

Nama Bella tentunya sudah sangat familiar di kalangan muda. Terbukti, ia memiliki sekitar 10,8 juta followers di Instagram, serta 67 juta lebih pengikut di TikTok, platform yang melejitkan namanya.

Tak sekadar ngedance dan lipsync, kali ini Bella Poarch benar-benar terjun sebagai penyanyi. Dan hasilnya cukup mengesankan, kualitas suara dan lagu yang ia tawarkan jauh dari kata buruk.

Libatkan Para Influencer

Bella Poarch di MV Build A B*tch
Bella Poarch di MV Build A B*tch

Bella Poarch meneken kontrak dengan label rekaman internasional, Warner Music untuk karier barunya di kancah musik. Ia bergabung dengan beberapa nama besar lain seperti Anne Marie, Ed Sheeran, Dua Lipa hingga Madonna.

Untuk menarik perhatian, di video klip pertamanya Bella melibatkan beberapa influencer. Beberapa di antaranya adalah Valkyrae, Mia Khalifa, Dina Larray, ZHC dan Rakhim.

Langkah itu pun terkonfirmasi memberi imbas positif. Dirilis pada 14 Mei 2021, video musik Build A B*tch telah disaksikan lebih dari 25 juta kali sebagai bukti sukses.

Angkat Topik Penting

Bella Poarch
Bella Poarch

Terlepas dari judulnya yang terkesan vulgar, artis keturunan Filipina-Amerika Serikat ini mengangkat isu penting di lagunya. Ia menyinggung tentang beauty standard yang saat ini masih jadi isu di masyarakat, terutama di era social media.

Melalui lirik yang lugas, ia menegaskan jika perempuan tak perlu insecure dengan apa yang dimiliki. Mereka tak perlu mengubah penampilan hanya untuk memenuhi ekspektasi pasangan atau lingkungan sosial. Sudah dengar lagunya?

Simak juga video menarik berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel