Arumi Bachsin Sempat Mengalami Culture Shock Pada Awal Tinggal di Daerah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Arumi Bachsin kini menetap di Jawa Timur setelah sang suami, Emil Dardak, terpilih menjadi Bupati Trenggalek sejak 2016. Emil pun kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sejak 2019.

Meskipun sudah menjadi istri pejabat, Arumi Bachsin tetap tampil apa adanya dalam suasana santai. Bahkan belum lama ini, ia berbicara terbuka seputar kesannya pada saat awal-awal menetap di daerah.

Rupanya, setelah pindah ke Trenggalek, Arumi Bachsin mengalami culture shock alias gegar budaya. Penyebabnya adalah tidak adanya beberapa hal yang selama ini ditemuinya di Jakarta.

Hal Pertama

Banyak orang mengalami perubahan setelah menikah, seperti halnya Arumi Bachsin. Ia mengaku gaya hidupnya sekarang jauh berbeda. Kalau sebelum menikah dengan Emil Dardak kehidupannya terbilang glamor, kini menjadi sederhana. (Instagram/arumibachsin_94)
Banyak orang mengalami perubahan setelah menikah, seperti halnya Arumi Bachsin. Ia mengaku gaya hidupnya sekarang jauh berbeda. Kalau sebelum menikah dengan Emil Dardak kehidupannya terbilang glamor, kini menjadi sederhana. (Instagram/arumibachsin_94)

Rupanya hal pertama yang membuat Arumi terkejut saat tiba di kota tersebut terkait dengan riasan untuk wajahnya.

"Makeup saja enggak ada. Kebayangin enggak? Nah, culture shock-nya awalnya di situ," ujar Arumi Bachsin saat menjadi tamu di kanal YouTube Ussy Andhika Official.

Dipanggil Ibu

Masih awal 20-an, Arumi Bachsin juga mengaku sangat kaget saat orang-orang di sekitarnya memanggilnya dengan sebutan 'ibu'.

"Dipanggil ibu. Nah itu salah satu shock culture buat aku. Aku waktu pertama kali jadi Ketua PKK di sana waktu mendampingi dia (suami), dapat amanah untuk jadi Ketua PKK itu usia aku 21 atau 22 tahun," kenangnya.

"Aku sampai harus banget dipanggil Ibu? Nah di situ shock culture-nya. Banyak banget, meerasa di aku lebih tua dari usia aslinya," Arumi melanjutkan.

Tak Ada Mal

Tak hanya itu, Arumi juga dibuat kaget ketika menyadari bahwa di kota tempatnya tinggal tak ada tempat belanja seperti mal.

"Aku yang dari Jakarta setiap hari sibuk dan lain-lain, di sana tuh sibuk tapi tingkat kesibukannya enggak kayak kita, enggak ada mal," terang Arumi.

Akhirnya Beradaptasi

Namun begitu, kondisi dari dalam diri Arumi tersebut tak dibiarkannya berlarut-larut. Lambat laun, ia pun bisa beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

"Tapi aku mulai merasa nyaman dan beradaptasi itu ketika memutuskan terjun langsung. Dapat amanah PKK, tadinya sebenarnya menjalankan gimana PKK-nya itu sendiri, pilihan ada di kita," jelasnya.

"Cuma itu proses adaptasi. Sampai sekarang sudah bisa enggak kehilangan jati diri dan bisa menempatkan diri sebagai istrinya Mas Emil," Arumi memungkasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel