Aruna rangkul 40.000 nelayan

Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan Aruna telah merangkul hampir 40.000 nelayan yang tersebar di 27 provinsi wilayah Indonesia.

Angka tersebut diklaim akan terus bertambah seiring dengan target bisnis jangka panjang Aruna dalam mewujudkan misi perusahaan.

Utari Octavianty, Co-Founder & Chief Sustainability Aruna, dalam keterangannya pada Jumat mengatakan bahwa Aruna sebagai integrated fisheries commerce yang berperan sebagai supply chain aggregator dalam menghubungkan langsung nelayan skala kecil ke pasar global dengan bantuan teknologi.

Baca juga: Kemendes-PDTT apresiasi Aruna-Astra sejahterakan warga Papua Barat

Saat ini, sejalan dengan fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) yang tengah gencar mengenalkan program Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), Aruna mengambil peran penting dalam hal ini.

Program kartu KUSUKA tersebut ditujukan bagi nelayan, petambak, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan lainnya akan memberikan banyak kemudahan seperti kemudahan dalam akses pembiayaan kredit usaha rakyat, akses pengajuan bantuan untuk nelayan dan sekaligus menjadi tanda pengenal bagi nelayan itu sendiri.

"Tentunya, Aruna akan terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan Ekonomi Biru yang menjadikan kesejahterahan nelayan sebagai spirit utama poros maritim dunia. Untuk itu Aruna hadir di desa-desa pesisir di Indonesia dengan program pemberdayaan nelayan. Memastikan ketersediaan pasar yang berkelanjutan baik domestik maupun ekspor. Aruna juga memastikan nelayan terproteksi dengan kepemilikan KUSUKA dan BPJamsostek bagi nelayan yang tergabung bersama Aruna," kata Utari.

Baca juga: Ekonomi biru dongkrak perekonomian melalui investasi & teknologi

"Kami menangkap positif inisiatif pemerintah ini dan tentunya kami ingin turut ambil bagian dalam hal ini. Saya menilai, KUSUKA pastinya akan banyak memberikan manfaat bagi nelayan khususnya untuk nelayan kami. Aruna akan siap membantu dan terlibat dalam mengupayakan nelayan Aruna untuk mendapatkan KUSUKA tersebut," kata Utari.

Dia menambahkan bahwa Aruna menyadari nelayan merupakan salah satu komunitas terpenting dalam rantai bisnis berkelanjutan.

"Sehingga fokus operasi bisnis di Aruna pun tertuju pada memberikan added value dan meningkatkan kesejahteraan hidup nelayan Aruna. Fakta lapangan, nelayan Aruna telah mampu meningkatkan pendapatannya hampir 10x lipat dari semula. Selain itu, pertengahan tahun kemarin Juni 2022, Aruna berhasil memfasilitasi 2 orang nelayan Aruna di Desa Mola, Wakatobi-Sulawesi Tenggara mendapatkan sertifikat pemberdayaan tanah di atas laut dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo."

Baca juga: Aruna hadiri Pra-KTT III Y20 Indonesia G20

Baca juga: Aruna sosialisasikan adopsi teknologi digital di Raja Ampat

Baca juga: Aruna Indonesia wakili Asia Tenggara pada Google I/O 2022