Arus balik di Nagreg mulai padat H+3 Lebaran malam

Volume kendaraan pada arus balik di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai mengalami kepadatan pada Jumat atau H+3 malam setelah Lebaran 2022 atau Idul Fitri 1443H.

Pantauan ANTARA, adapun kepadatan mulai terjadi di titik keluar Jalan Lingkar Nagreg. Di lokasi tersebut ada penyempitan lajur dari empat lajur di Lingkar Nagreg hingga ke dua lajur di Jalan Raya Nagreg.

"Memang kita melihat ada peningkatan kendaraan khususnya dari arah timur ke barat," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo di Pos Terpadu Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Menurut Kusworo, peningkatan volume kendaraan sudah mulai terasa sejak Kamis (5/5). Di hari tersebut ada sebanyak 115 ribu kendaraan yang melintas Nagreg ke arah barat, pada pekan sebelumnya hanya ada sekitar 30 ribu kendaraan yang mengarah ke barat.


Baca juga: Polisi terapkan lawan arus di Nagreg pada arus balik Lebaran 2022

Baca juga: Polisi prediksi puncak arus balik di Nagreg mulai terjadi H+3 lebaran


Guna memperlancar arus, polisi pun menerapkan rekayasa lawan arus di Jalan Raya Nagreg agar kendaraan yang keluar dari Lingkar Nagreg tetap bisa melaju tanpa ada hambatan.

Dari normalnya dua lajur di Jalan Raya Nagreg, pada arus balik ini direkayasa menjadi tiga lajur untuk arus yang mengarah ke barat.

"Sejauh ini masih terkendali aman, tidak ada kepadatan yang terlalu berarti," kata Kusworo.

Untuk itu, ia pun tetap mengimbau kepada pemudik yang akan kembali ke tempat asalnya agar menyiapkan kondisi kendaraan dan kondisi fisiknya. Jika lelah, ia meminta pemudik agar beristirahat terlebih dahulu.

"Selagi bisa istirahat, ya istirahat sampai fit, kemudian lanjutkan perjalanan kembali," kata Kusworo.


Baca juga: Meski pemudik meningkat, arus di Nagreg tetap terkendali

Baca juga: Kemenhub catat pergerakan kendaraan di jalur Nagreg terkendali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel