Arus balik di Terminal Arjosari Malang mulai meningkat

Arus balik penumpang di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, pada H+3 Idul Fitri 1443 Hijriah mulai mengalami peningkatan, yang didominasi pengguna jasa bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

Petugas Terminal Arjosari Malang Imam Supriono di Kota Malang, Jumat mengatakan jumlah penumpang AKDP yang berangkat dari terminal tersebut mengalami kenaikan sebesar 42 persen pada Kamis (5/5/2022).

"Kondisi pada Lebaran kali ini sangat berbeda dari tahun lalu. Karena tahun lalu tidak ada kenaikan, saat ini sudah signifikan," kata Imam.

Imam menjelaskan, pada 5 Mei 2022, jumlah pengguna jasa AKDP tercatat mencapai 3.925 orang yang meningkat dibanding hari sebelumnya sebanyak 2.260 penumpang. Sementara pengguna jasa bus AKAP, dari hari sebelumnya sebanyak 726 orang menjadi 574 orang.

Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang yang meninggalkan wilayah Malang Raya sudah mulai terjadi pada hari kedua perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah. Pada periode tersebut, penumpang bus AKDP naik 46 persen dan pengguna AKAP naik 27 persen.

Sementara untuk jumlah bus AKDP yang dipergunakan untuk melayani penumpang tersebut berkisar antara 171-284 unit per hari. Sementara untuk bus AKAP, berkisar antara 25-48 unit per harinya.

"Untuk saat ini masih belum ada penambahan jumlah armada bus, karena yang reguler masih bisa memenuhi permintaan," ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah penumpang bisa terus bertambah hingga dua hari ke depan. Dalam upaya untuk mengantisipasi adanya jumlah peningkatan pengguna jasa angkutan bus tersebut, pihaknya telah menyiapkan kurang lebih tujuh personel setiap harinya.

"Untuk personel yang kita siagakan ada tujuh orang. Namun itu belum termasuk personel gabungan yang disiagakan," katanya.

Sementara, untuk jumlah kedatangan penumpang di Terminal Arjosari Malang, pada 5 Mei 2022 tercatat ada sebanyak 2.370 orang penumpang yang menggunakan jasa bus AKDP. Sementara untuk pengguna jasa AKAP, tercatat sebanyak 106 penumpang.

Para pengguna jasa bus AKDP tersebut, mayoritas berasal dari wilayah Surabaya Raya dan Mojokerto. Sementara untuk pengguna bus AKAP, mayoritas didominasi tujuan Jakarta dan wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, salah seorang pemudik yang akan kembali ke Jakarta, Ponidi (52) mengatakan bahwa pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kali ini, ia bersyukur bisa mudik ke kampung halaman di wilayah Kabupaten Malang.

Selama dua tahun pandemi penyakit akibat penyebaran virus corona, ia bersama keluarga memutuskan untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Ia menggunakan angkutan bus untuk mudik kali ini karena kehabisan tiket kereta api.

"Saya dan keluarga lega karena kali ini sudah bisa mudik setelah dua tahun tidak bisa. Kali ini pemerintah memberikan kelonggaran untuk mudik," ujarnya.

Ia mengaku selama perjalanan mudik Lebaran 2022 yang dilakukan pada 29 April 2022, tidak ada kendala kemacetan pada saat menuju wilayah Kota Malang. Ia berharap, pada saat melakukan perjalanan kembali ke Jakarta juga tidak terjebak kemacetan.

"Kami melakukan perjalanan hari ini karena 9 Mei sudah masuk kerja. Memang lebih awal agar bisa beristirahat di Jakarta sebelum masuk kerja," ujarnya.

Libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah ditetapkan pada 2-3 Mei 2022, sementara cuti bersama jatuh pada 29 April, 4, 5, dan 6 Mei 2022. Pemerintah memperkirakan sekitar 85 juta orang akan melakukan mudik pada Lebaran 2022.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan akan ada sebanyak 16,8 juta orang yang akan mudik ke Jawa Timur, dimana sebanyak 47 persen menggunakan mobil pribadi termasuk ke wilayah Malang Raya.

Baca juga: Polres Malang awasi perumahan yang ditinggal mudik Lebaran
Baca juga: Penerbangan di Bandara Abd Saleh Malang ditambah saat mudik Lebaran
Baca juga: Pemkot Malang dorong vaksinasi penguat selama Ramadhan 1443 H

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel