Arus Balik, Menhub Sebut Kantor Polisi Hingga Kecamatan Bisa Digunakan Rest Area

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan menggunakan rest area di jalan tol jika sudah penuh. Selain itu juga jangan berhenti di bahu jalan. Imbauan ini agar perjalanan arus balik lancar.

Menhub mengingatkan, selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, berhenti di bahu jalan juga dapat menyebabkan kemacetan.

"Jika lelah, masyarakat bisa keluar tol di kota terdekat dan bisa istirahat di tempat-tempat yang telah disiapkan. Di sini lebih aman dan leluasa," ujar Menhub Budi Karya dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Selasa (3/5).

Sejumlah rest area di jalan arteri telah disiapkan. Baik oleh pemda, kepolisian, maupun unsur terkait lainnya.

"Mulai dari kantor kecamatan, kelurahan, kantor polisi, dan tempat-tempat lainnya sudah disiapkan sebagai tempat istirahat sementara," ucap Menhub.

Imbauan lainnya, masyarakat selalu memperbarui informasi terbaru dari media sosial resmi milik operator jalan tol maupun kepolisian. Sehingga mengetahui informasi terkait rekayasa lalu lintas yang sedang diterapkan pada saat itu.

"Kami juga mengimbau untuk mengemudi dengan baik, tidak menyerobot jalur dan patuhi petunjuk dari petugas di lapangan. Pastikan prokes juga tetap dilaksanakan dengan baik," tutur Menhub.

Titik Macet

Menhub juga mengimbau pemudik kembali lebih awal. Sebelum atau setelah puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 sampai 8 Mei 2022. Menhub menyebut dua titik utama yang diwaspadai terjadi kepadatan pada arus balik yaitu Tol Semarang - Jakarta, dan penyeberangan Bakauheni-Merak.

"Bapak Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus pada penanganan arus balik agar tidak terjadi kepadatan, yaitu mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal sebelum puncak arus balik di tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022 nanti. Atau kalau cutinya bisa diperpanjang, sebaiknya pulang setelah tanggal 8 Mei," kata Menhub.

Budi Karya memastikan, sejumlah antisipasi telah disiapkan untuk arus balik di sektor penyeberangan Bakauheni-Merak. Salah satunya sejumlah dermaga tambahan dioperasikan.

Dari arah Sumatera, Pelabuhan Panjang di Lampung akan dimanfaatkan untuk kendaraan besar seperti truk pengangkut barang, sehingga di Pelabuhan Bakauheni bisa memuat lebih banyak kendaraan lainnya.

Begitupun di Merak, Pelabuhan Ciwandaran dan Indah Kiat akan terus dioperasikan untuk memecah kepadatan arus balik menuju Pelabuhan Merak. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel