Arus Balik Mudik, Kendaraan dan Rumah Pemudik Akan Ditempel Stiker

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi akan menempel stiker pada mobil pemudik dalam pos pemeriksaan arus balik mudik lebaran 2021. Stiker guna memberi tanda pemudik tersebut telah melakukan pemeriksaan COVID-19 dengan metode swab antigen.

"Jadi ada Jawa Timur stikernya sendiri, Jawa Tengah stikernya sendiri, Jawa Barat stiker, dan Polda Metro stiker juga dari Lampung stikernya ada, dan Banten ada. Untuk apa? Untuk bisa memberikan para petugas2 di lapangan misalnya Polda Metro di km 34 bisa tahu bahwa oh kendaraan ini sudah di stiker berarti sudah dilakukan pemeriksaan atau penyekatan di pos-pos sebelumnya. Karena warnanya berbeda-beda," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa 18 Mei 2021.

Selain kendaraan roda empat, stiker tersebut juga diperuntukan bagi pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua atau sepeda motor. Nantinya, bagi pemudik yang belum diberi stiker di kendaraannya, akan dilakukan swab antigen secara random. Jika ada ada yang reaktif COVID-19, maka seluruh penumpang akan dirujuk untuk dilakukan swab PCR.

"Tetapi apabila ada dari random tersebut satu mobil misalnya ada 6 orang kemudian kita swab antigen dan reaktif di situ, satu orang saja reaktif, keenam enamnya langsung kita rujuk ke Wisma Atlet untuk dilakukan PCR," kata dia.

Dia menambahkan, pengawasan COVID-19 berbasis komunitas mikro yang terdiri dari RT, RW, Babinsa dan Babinkamtibmas telah mendata warga di wilayah masing-masing yang mudik saat lebaran 2021. Mereka yang mudik saat larangan mudik itu rumahnya akan ditempel stiker khusus untuk mengetahui ada atau tidaknya surat bebas COVID-19 setelah mereka kembali dari kampung halamannya.

"Gunanya untuk apa? Ini lah nanti yang kita berbasis komunitas. Bersama tenaga kesehatan di tingkat mikro di bawah akan mendatangi rumah tersebut ada enggak hasil swab antigen ketika mereka pulang, kalau tidak ada kita swab di tempat," ucap dia.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, ketika ada yang positif COVID-19 saat pemeriksaan, pihaknya akan kembali menempelkan stiker untuk memberi tanda jika keluarga dari rumah itu sedang isolasi mandiri. Jika diperlukan, keluarga tersebut di rujuk ke rumah sakit yang menangani kasus positif COVID-19.

"Kalau ada yang positif Tiga T (Testing, Tracing, Treatment) kita lakukan. Testing sudah kita lakukan, tracing kita lakukan lagi, satu rumah tersebut akan kita isolasi. Kami tempel stiker rumah ini sementara isolasi mandiri mulai tanggal berapa sampai tanggal berapa kalau perlu dirujuk kita rujuk," kata dia.

Baca juga: Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Diprediksi 21-22 Mei