Arus Balik, Pengendara Menuju Jawa Tengah Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Merdeka.com - Merdeka.com - Kakorlantas Polri, Irjen Firman Shantyabudi meminta kepada personel kepolisian yang bertugas mengamankan arus balik mudik lebaran untuk memberikan imbauan kepada para pengendara yang akan masuk ke jalan tol.

Hal itu menyusul pemberlakukan one way atau satu arah di jalan tol, sehingga bagi pengendara yang hendak menuju Jawa Tengah hendaknya mencari jalan alternatif, agar tak menunggu one way selesai.

"Sebelum masuk, supaya masyarakat tidak kadung masuk. Berikan pengertian untuk bisa menggunakan jalur alternatif. Perkuatan ini saya minta besok diingatkan lagi, Pak Karo Ops (Polda Jateng)," katanya seperti dikutip lewat audio saat sambutannya, Jumat (6/ 5).

Oleh sebab itu, Firman meminta agar pelaksanaan di lapangan lebih diperkuat tidak hanya dilakukan oleh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas). Melainkan bisa juga melibatkan Jajaran Samapta Bhayangkara (Sabhara) dan Brigade Mobil (Brimob) untuk memberikan imbauan memakai jalur alternatif.

"Jangan sampai nanti orang Lalu Lintas saja yang ada di situ. Samapta boleh, rekan-rekan Brimob boleh untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat, untuk menyampaikan ini," tegasnya.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi meminta anak buahnya berbesar hati selama mengawal arus mudik hingga balik. Meski pelaksanaan kebijakan yang diambil kerap menerima kritikan masyarakat. Terutama warga yang terimbas rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

"Tapi tidak usah kecil hati, tidak apa-apa kita dimarahin," kata Firman lewat audio saat sambutannya, Kamis (5/ 5).

Menurutnya, setiap kritikan masyarakat selama arus mudik kemarin harus diterima. Ketimbang tidak teraturnya arus lalu lintas yang berdampak kemacetan.

"Jauh lebih baik dimarahi macet sekian jam daripada 24 jam, 36 jam, 72 jam kita macet gara-gara kita lepas. Dan itu risiko jabatan saya," tuturnya.

"Ya rekan-rekan berbesar hati saja, terima kasih sampai hari ini. Saya ingin memberikan semangat hari ini kita melayani kembali sampai masyarakat kembali ke tempat asalnya," sambungnya

Firman memahami kritik dari masyarakat yang merasa dirugikan ketika harus tertahan saat skema one way di Tol Cikampek hingga Tol Kalikangkung, selama berjam-jam. Namun kebijakan itu terpaksa diambil.

"Beberapa catatan yang kita peroleh di gerbang tol utama, kalau dulu kita sering kenalkan ini dengan istilah volume dan capacity ratio, hari itu tercatat angka 1,3; 1,5; 1,6. Artinya tidak ada alternatif lain kecuali harus intervensi rekayasa kembali," bebernya.

Dari hasil evaluasi, pelaksanaan arus mudik mengindikasikan lalu lintas yang tidak terlalu parah. Langkah rekayasa lalu lintas harus diambil pihak kepolisian demi mengatasi adanya kemacetan yang lebih parah.

"Tapi sekali lagi angka yang kita peroleh yang tercatat dari gerbang tol (GT) utama 1,5 1,3 1,6 tapi artinya di atas 1. Nah ini penting saya sampaikan kepada rekan-rekan semua harus siap-siap," tuturnya.

"Artinya dalam menerapkan CB CB kita kembali intervensi menjadi satu kebutuhan yang harus saya garis bawahi yang harus kita kerjakan. Namun pelaksanaannya tentunya kita melihat memilih, mana yang paling sedikit merugikan aktivitas masyarakat artinya," tambahnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel