Arus lalin di Bundaran Patung Kuda-Gedung DPR dialihkan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengalihkan arus lalu lintas (lalin) dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Bundaran Patung Kuda Jakarta Pusat, Jumat.

Dilansir dari akun Twitter Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, skema pengalihan arus lalu oleh pihak kepolisian di Komplek Parlemen Senayan adalah sebagai berikut:

1. Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto menuju Gedung DPR/MPR RI dan dibelokkan ke kiri via Jalan Gerbang Pemuda.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda yang akan belok kiri ke Jalan Gatot Subroto akan putarbalik di Kolong Layang Ladogi.

3. Arus Lalu Lintas dari Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Gelora akan dibelokkan ke kiri ke Jalan Asia Afrika.

Baca juga: Ribuan polisi disiagakan untuk amankan demo kenaikan BBM

Sedangkan untuk skema pengalihan arus lalu lintas di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, adalah sebagai berikut:

1. Arus Lalu Lintas yang akan menuju Jalan Veteran lII lurus ke TL Harmoni.

2. Arus Lalu Lintas dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda.

3. Arus Lalu Lintas dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju Bunderan Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau kanan menuju Jalan Kebon Sirih.

Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan dari beberapa elemen masyarakat yang Jumat ini akan menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di tiga titik.

Baca juga: 3.000 personel polisi jaga demo depan gedung DPR

"Hari ini sesuai pemberitahuan ada beberapa kelompok elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya terkait BBM ini di DPR, Patung Kuda, dan LBH, Menteng, Jakarta Pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.

Polisi mengimbau masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa untuk tertib dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk pengamanan aksi unjuk rasa hari ini, pihak kepolisian telah menyiagakan sebanyak 8.350 personel yang disebar di tiga lokasi aksi.

Adapun tuntutan elemen masyarakat dalam aksi Jumat ini adalah menolak kenaikan harga BBM.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter sejak Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Demo di Unas Jakarta ricuh tiga orang terluka