Arus mudik Lebaran dari Manokwari aman terkendali

Puncak arus mudik Lebaran 2022 dari pelabuhan laut Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, terpantau aman dan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19, dan tidak mengalami kepadatan signifikan.

Kepala Kantor PT Pelni (Persero) cabang Manokwari Djunaidi Idrus mengatakan arus mudik Lebaran dari pelabuhan laut Manokwari tercatat sejak 24 sampai dengan 27 April 2022 dalam kondisi aman terkendali.

"Puncak arus mudik terakhir dari pelabuhan laut Manokwari pada 27 April dengan KM Gunung Dempo tujuan Tanjung Priok terpantau aman, tidak mengalami kepadatan seperti mudik Lebaran pada dua tahun lalu," ujar Djunaidi di Manokwari, Kamis.

Ia mengatakan selama arus mudik Lebaran, keamanan dan kenyamanan calon penumpang terjamin oleh petugas pos pelayanan terpadu Operasi Ketupat Polda Papua Barat di pelabuhan laut Manokwari.

"Sampai saat ini ada enam kapal Pelni yang melayani rute wilayah Timur. Untuk arus mudik ke arah Barat akan kembali terlayani pada 9 Mei 2022," kata Djunaidi.

Selanjutnya operasi ketupat 2022 yang berlaku sejak 28 April hingga 9 Mei 2022 Polda Papua Barat mengerahkan 1.200 personel gabungan TNI, Basarnas dan instansi lainnya, melaksanakan pengamanan di 41 pos pengamanan.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing dalam apel gelar pasukan Rabu, mengatakan 41 posko tersebar di di 13 kabupaten dan kota, disiagakan terdiri dari 18 pos pengamanan, 15 pos pelayanan dan 8 pos terpadu


"Operasi Ketupat Mansinam tahun 2022 ini merupakan wujud sinergi Polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat yang aman dan sehat dalam perayaan Idul Fitri 1443 H," kata Kapolda Papua Barat.

Baca juga: Pangdam Kasuari ingatkan warga Manokwari tidak mudik jelang Lebaran

Baca juga: Basarnas Manokwari siaga 24 jam antisipasi kecelakaan angkutan Lebaran

Baca juga: Pelni Manokwari minta tambahan armada layani mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel