Arus Mudik Lebaran, Kereta Ini Sepi Penumpang

TEMPO.CO, Malang - Angkutan mudik lebaran kereta di Stasiun Kota Baru Malang sepi penumpang. Selama arus mudik kereta api Malang-Jakarta relatif sepi penumpang. Sedangkan kereta Jakarta-Malang dijejali penumpang sejak 15 Agustus besok.

"Penumpang ramai pada arus balik nanti," kata Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Lutfi Wijaya, Selasa, 14 Agustus 2012.

Selama arus mudik, Stasiun Kota Baru menurunkan dua kereta tambahan yakni Matarmaja kelas ekonomi dan Gajayana kelas eksekutif. Kereta tujuan Jakarta dilayani Matarmaja, Gajayana, Matarmaja ekonomi berpendingin udara (AC) dan senja Singosari kelas bisnis. Sedangkan jurusan jarak jauh lainnya adalah kereta Malabar Malang-Bandung yang terdiri dari kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi dan kereta kelas ekonomi Tawangalun Malang-Banyuwangi.

Kereta Matarmaja kelas ekonomi berpendingin udara (AC) hanya terisi 10 kursi dari 10 rangkaian berkapasitas 800 kursi. Sedangkan Kereta Matarmaja kelas ekonomi penuh terisi 647 penumpang, demikian juga dengan kereta Gajayana terisi 113 penumpang dan Senja Singosari. Namun, masing-masing kereta tambahan tak banyak penumpang. Kereta tambahan Matarmaja berkapasitas 600 kursi hanya terisi 200 kursi.

Kereta Matarmaja AC menarik 10 kereta, dua kereta khusus untuk penyandang difabel atau berkebutuhan khusus. Tujuannya, untuk memudahkan kaum difabel menggunakan transportasi massal selama mudik lebaran. Kereta produksi PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) ini mulai diluncurkan hari ini.

Kereta ekonomi AC menjadi alternatif penumpang tujuan Jakarta dan sebaliknya. Sedangkan harga tiket menggunakan batas atas. Tarif KA Gajayana naik menjadi Rp 700 ribu, KA Senja Singosari, seharga Rp 400 ribu. Sedangkan tarif kereta kelas ekonomi Matarmaja tetap sebesar Rp 55 ribu per orang. Lantaran, pemerintah memberikan subsidi melalui Public Service Obligation (PSO). Sedangkan ekonomi AC sebesar Rp 155 ribu.

Penjualan tiket, katanya, dilakukan secara online di gerai tiket seperti minimarket, kantor pos dan agen perjalanan. Sedangkan tiket yang dijual di stasiun dibagi merata di seluruh stasiun keberangkatan. Kereta Matarmaja mulai dipesan sejak 1 Juli lalu, antrean calon penumpang mencapai ratusan orang per hari.

Untuk menghindari calon tiket, setiap penumpang dibatasi membeli empat tiket. Namun, masing-masing tiket menggunakan nama yang sama dengan calon penumpang. Sehingga, calo tiket tak bisa beroperasi menjual tiket dengan harga mahal. Apalagi, setiap keberangkatan kereta dilakukan pemeriksaan identitas diri penumpang.

EKO WIDIANTO

Berita lain:

Pemimpin KPK Tahu Disadap Polisi

PKS Tak Konsisten? Ini Tanggapan Anis Matta

Berita Ular Piton Metro TV Diprotes

Kapolri Sebut KPK Seperti Garong

MiG-23 yang Ditembak Jatuh Beredar di Youtube

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.