Arus Mudik Nagreg Mulai Berdenyut

Laporan wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci

TRIBUNNEWS.COM, NAGREG - Arus mudik H-8 atau Minggu (12/8/2012) siang sudah mulai terasa di Jalan Raya Nagreg baik pemudik yang menuju Tasikmalaya via Limbangan maupun menuju Garut via Kadungora.

Rohim (33), pemudik tujuan Cilacap yang menggunakan sepeda motor mengatakan sengaja memilih hari ini agar tidak terjebak macet. Mengingat sebelumnya, Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho, melalui Kapolsek Nagreg, AKP Sharly Sholu memprediksi H-5 merupakan puncak arus mudik.

"Mumpung masih sepi dan sudah libur jadi tidak ada masalah," ujar pria yang bekerja di Jakarta ketika ditemui Tribun Jabar (Tribun Network) di Masjid Uswatun Hasanah, Jalan Raya Nagreg atau tepatnya Turunan Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (12/8/2012) siang.

Sementara itu, seorang pemudik lain, Mursyidi (47), yang akan melakukan perjalanan ke Yogyakarta mengatakan hal senada. Ia bersama tujuh rekannya yang menyewa mobil itu memilih mudik hari ini karena khawatir jika pada H-7 nanti sudah semakin macet.

"Besok pasti makin ramai. Makanya sekarang aja. Lagian kami juga dapat mobil cuma hari ini. Besok-besok sudah full," ujar pria yang berjualan Mie Goreng di Bandung itu ketika ditemui Tribun di Jaan Raya Nagreg. Di kampung halamannya, ia akan mudik selama dua minggu.

Sementara itu, pantauan Tribun para pemudik rata-rata membawa banyak barang bawaan seperti tas besar, kardus, dan sejumlah kantong plastik berisi barang bawaan. Mereka memilih mudik hari ini untuk menghindari keramaian akibat peningkatan pemudik yang akan meningkat di H-7.

Baca Juga:

  • Waspada Mi Basah Berformalin 
  • 28 Ribu Lebih Mobil Keluar Tol Cileunyi 
  • Plt Wali Kota Semarang Belum Bisa Sanksi 
  • Tiga Siswa SMA Tewas Awalnya Hendak Rekreasi Usai Sahur 


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.