Arus peti kemas di pelabuhan Tanjung Pandan turun dampak COVID-19

Subagyo

Arus peti kemas di pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, periode Februari hingga April 2020 mengalami penurunan akibat pandemi virus corona baru atau COVID-19.

"Penyebabnya memang karena dampak pandemi virus COVID-19 pariwisata tidak jalan mau tidak mau konsumsi masyarakat menurun," kata General Manager Pelindo II Cabang Tanjung Pandan, Yossianis Marciano di Tanjung Pandan, Kamis.

Menurut dia, akibat pandemi COVID-19 industri pariwisata di Belitung juga ikut merasakan dampak, seperti tutupnya sejumlah hotel dan restoran di daerah itu sehingga berimbas terhadap arus pengiriman barang.

"Konsumsi masyarakat yang menurun berakibat terhadap muatan dan barang yang masuk ke Belitung juga menurun karena hotel tutup dan restoran banyak yang tidak buka," ujarnya.

Yossi menjelaskan, Realiasi trafik peti kemas di pelabuhan Tanjung Pandan pada Februari 2020 sebanyak 1.169 TEUs, Maret sebanyak 1.097 TEUs dan April 1.028 TEUs.

Dikatakan, tren penurunan arus peti kemas di pelabuhan itu mulai dirasakan sejak diberlakukannya pembatasan sosial di beberapa wilayah pada bulan April hingga saat ini.

"Sedangkan dampak COVID-19 mulai dirasakan akhir Maret jadi sejak pemberlakuan pembatasan di bulan April itu kami merasakan penurunan arus peti kemas," katanya.

Dirinya berharap agar pandemi virus corona baru dapat segera berakhir sehingga industri pariwisata dapat kembali pulih dan hotel serta restoran di daerah itu kembali beroperasi.

"Jika konsumsi meningkat arus barang pun akan mengikuti," ujarnya.


Baca juga: Pelindo II catat arus peti kemas turun 4,8 persen hingga April 2020

Baca juga: Pelindo III catat pertumbuhan arus kapal dan peti kemas hingga April

Baca juga: Arus peti kemas di Tanjung Priok triwulan I-2020 turun 4,2 persen