Arya Ragu Ada Limit CC Bos BUMN Rp30 M, Ahok: Jangan Asal Ngomong

·Bacaan 1 menit

VIVAKomisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan ke publik bahwa mendapatkan fasilitas kartu kredit korporasi dengan limit hingga Rp30 miliar. Dia pun mengaku telah meminta manajemen untuk menghapus fasilitas itu yang diberikan untuk jajaran komisaris.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pun merespons soal fasilitas kartu kredit arau credit card (CC) korporasi BUMN yang disebut limit-nya hingga Rp30 miliar tersebut. Fasilitas itu diakuinya pun memang ada.

Namun, Arya menegaskan limitnya tidak mencapai puluhan miliar. Dan penggunaannya ditegaskan tidak boleh untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan perusahaan BUMN terkait.

Bahkan, dia pun mengaku telah melakukan pengecekan secara langsung terkait nilai limit kartu kredit korporasi ke sejumlah perusahaan BUMN itu. Hasilnya limit rata-rata yang diberikan bagi para petinggi perusahaan pelat merah maksimal Rp100 juta.

Baca juga: Jawaban Tegas Ahok Soal Stop Kartu Kredit Pertamina Limit Rp30 M

"Limit atasnya Rp50-Rp100 juta, dan pemakaian hanya untuk kepentingan perusahaan," kata Arya yang juga menjabat Komisaris PT Telkom Indonesia itu.

Perbedaan informasi terkait limit kartu kredit korporasi BUMN ini pun menimbulkan pertanyaan. Apalagi, nilai yang disampaikan berbeda jauh dari puluhan miliar dan hanya ratusan juta.

Daripada penasaran, VIVA mengkonfirmasi kepada Ahok soal limit kartu kredit petinggi BUMN tersebut. Ahok pun merespons penjelasan Arya itu dengan singkat dan tegas.

"Kalau enggak ada data jangan asal ngomong," singkatnya, Rabu malam, 16 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel