Arzeti Bilbina dan Arist Merdeka Sirait, Sepakat Akan Hal Ini

·Bacaan 2 menit

VIVA – Aktris yang kini duduk sebagai anggota DPR, Arzeti Bilbina menaruh perhatian pada kesehatan ibu hamil dan balita. Bagi Arzeti, segala sesuatu saat masuk fase tersebut harus diperhatikan termasuk memilih produk makanan yang baik. Menurut Arzeti ada beberapa hal yang terlupa oleh kaum ibu.

"Tapi kita lupa yang terpenting pada saat kita membuat susu dalam kemasan airnya, kita lupa apakah barang yang ada di rumah kita terbebas dari kode plastik dengan lingkaran segitiga ada tulisan 7 atau tidak? Di sinikan kita perempuan-perempuan kadang suka lupa," kata Arzeti dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Arzeti Bilbina, hal itu akan menentukan tumbuh kembang sang anak. Maka, ia mengimbau agar para ibu lebih hati-hati dalam memilih air yang akan diberikan kepada anaknya.

"Ke depannya mereka akan terkena kanker. Itu adalah aware kita sebagai ibu yang tidak peduli dan tidak mau mengetahui dan memahami,” ucapnya.

Ia sadar hal ini tidak akan bisa berjalan sendiri. Maka Arzeti berharap, BPOM bisa memberi label peringatan pada kemasan plastik yang mengandung BPA.

"Saya di Komisi IX, mengapresiasi juga BPOM selama ini mereka telah melakukan uji klinis, kemudian peran kita sebagai perempuan, peran Komnas Perlindungan Anak, peran temen-temen media untuk terus mendorong BPOM untuk segera memberikan label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA, sehingga ini adalah informasi yang baik bagi konsumen untuk mengetahui produk yang akan dikonsumsi," katanya.

Hal itu senada dengan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Ia berharap agar bayi, balita dan janin tidak mengonsumsi air yang berasal dari wadah galon guna ulang. Karena menurut Arist Merdeka Sirait galon guna ulang yang terbuat dari polikabonat tersebut mengandung zat BPA yang dapat bermigrasi dan tercampur dengan air.

“Label peringatan konsumen ini perlu dicantumkan dalam kemasan galon guna ulang untuk melindungi masa depan bayi, balita dan janin yang dikandung oleh ibu hamil agar tidak terpapar zat yang berbahaya," ujar Arist Merdeka Sirait.

Sementara BPOM telah melakukan pengujian kembali untuk mengklarifikasi berita-berita yang tidak benar soal BPA pada kemasan galon air minum dalam kemasan akhir-akhir ini. Hal itu dilakukan, demi memastikan kepada masyarakat, air minum dalam kemasan AMDK galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

Hasilnya, mereka mendapati bahwa migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bagian per juta. Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM, yaitu sebesar 0,6 bpj.

"Hasil sampling dan pengujian laboratorium terhadap kemasan galon AMDK jenis polikarbonat yang dilakukan pada 2021, menunjukkan adanya migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj," tulis keterangan resmi dari BPOM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel