Asal Muasal Multiorgasme

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Istilah orgasme mungkin sudah sering terdengar, tapi bagaimana dengan multiorgasme? Yakni, mengacu pada beberapa klimaks seksual yang terjadi secara berurutan. Hal yang perlu diperhatikan adalah orgasme pertama hampir selalu paling kuat, dan intensitasnya semakin menurun setiap kali orgasme.

Apa yang digambarkan video porno sangat berbeda dengan realitanya. Di sana wanita terlihat sangat gembira dan berada di ambang klimaks selama hubungan seksual, melansir dari laman Irish Examiner, Senin, 26 April 2021.

Baca: Berapa Kalori yang Terbakar Saat Berhubungan Seks

Faktanya multiorgasme sangat tidak mungkin terjadi selama hubungan seksual, dan kenyataan selanjutnya adalah sebagian besar wanita berjuang untuk mencapai klimaks tunggal selama seks penetrasi.

Sebuah studi terhadap 2.049 wanita berusia 18 hingga 70 tahun yang dilakukan pada 2015 oleh Osmo Kontula di Population Research Institute di Helsinki, Finlandia menemukan bahwa hanya 50 persen wanita mengalami orgasme saat berhubungan seks. Sedangkan persentase pria mencapai 90 persen.

Studi tersebut juga menemukan bahwa hanya 12 persen wanita yang mampu mengalami lebih dari satu orgasme selama hubungan intim. Namun, penelitian ini menemukan bahwa semakin sering wanita menerima rangsangan lisan atau manual dari pasangannya, semakin sering mereka mencapai klimaks.

Jadi, multiorgasme bisa terjadi bisa juga tidak mungkin terjadi. Tapi jika Anda bertekad untuk mencoba mengalaminya dengan pasangan Anda, stimulasi klitoris non-penetrasi akan meningkatkan peluang orgasme.

Jika Anda adalah wanita yang penasaran dengan multiorgasme, maka Anda bisa mulai dengan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan itu sendiri, sebelum mencoba dengan pasangan. Bisa juga menggunakan vibrator sonik.

Alih-alih getaran, gelombang udara sonik yang berdenyut dapat menghasilkan orgasme yang sangat kuat dalam beberapa menit. Bawalah diri Anda menuju orgasme, tetapi sebelum sensasi sepenuhnya mereda, teruslah rangsang diri sendiri.

Jika tidak juga dapat mengalami orgasme kedua, jangan khawatir. Karena, beberapa wanita merasa terlalu sensitif untuk menyentuh diri mereka sendiri setelah orgasme pertama. Meskipun vibrator sonik lebih lembut, rangsangan berlebihan bisa menjadi tidak nyaman.

Mayoritas penelitian mengkonfirmasi bahwa tidak ada struktur khusus yang terkait dengan orgasme di dalam vagina. Tetapi karena dinding depan vagina memiliki banyak ujung saraf, pada beberapa wanita menekan atau menggetarkan dinding anterior bisa meningkatkan gairah.

G-spot dan multiorgasme adalah hal yang menyenangkan untuk dieksplorasi sebagai bagian dari kehidupan seks Anda. Tapi pastikan itu bukan satu-satunya fokus Anda.

Meskipun begitu banyak wanita tidak mengalami orgasme, bahkan sekali saat berhubungan seks dengan pasangan pria, ada baiknya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menghargai kemungkinan yang ada tepat di depan Anda. Selamat mencoba!