Asal Mula Ngabuburit, Jadi Tradisi yang Paling Dirindukan Selama Ramadan

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Istilah ngabuburit pasti sudah tak asing lagi di telinga. Ketika bulan Ramadan tiba, ngabuburit adalah momen yang dirindukan. Ngabuburit menjadi ajang untuk bersantai dan berkumpul bagi umat Islam menjelang berbuka.

Kegiatan ngabuburit hampir dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa daerah memiliki tradisi ngabuburitnya sendiri. Namun, tahukah kamu asal usul ngabuburit?

Istilah yang kini menjadi populer ini sudah ada sejak dahulu kala. Ngabuburit pun jadi tradisi khas di Indonesia. Momen ngabuburit selalu disambut penuh kegembiraan. Tak jarang, ngabuburit juga jadi momen untuk berbagi.

Berikut asal usul ngabuburit, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(8/4/2021).

Dari bahasa Sunda

Ilustrasi Ngabuburit Virtual Credit: pexels.com/Jack
Ilustrasi Ngabuburit Virtual Credit: pexels.com/Jack

Ngabuburit merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sunda. Ada sejumlah versi asal usul kata ngabuburit. Teori pertama, kata ngabuburit adalah bentuk lakuran atau kata baru yang terbentuk dari hasil penggabungan dua atau lebih kata. Ngabuburit merupakan lakuran dari ngalantung ngadagoan burit yang artinya bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.

Teori kedua, ngabuburit sebenarnya berasal dari kata burit yang berarti sore. Waktu ini biasanya antara usai salat asar hingga sebelum matahari terbenam.

Asal mula kata

Warga berkuda saat berkeliling kebun teh di pinggir jalan raya yang menghubungkan Bogor-Cianjur di kawasan Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Minggu (17/5). Kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa ini melanggar aturan PSBB karena mengundang kerumunan massa. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga berkuda saat berkeliling kebun teh di pinggir jalan raya yang menghubungkan Bogor-Cianjur di kawasan Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Minggu (17/5). Kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa ini melanggar aturan PSBB karena mengundang kerumunan massa. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dalam bahasa Sunda, memang ada penanda waktu dalam kurun 24 jam. Ini meliputi isuk yang berarti pagi, beurang yang berarti siang hari, burit yang berarti sore hari, dan peuting berarti malam.

Di Sunda, selain ngabuburit, ada juga istilah ngabeubeurang yang maknanya menunggu siang hari. Jika diperhatikan dengan seksama, kata-kata tersebut memiliki struktur awalan nga + pengulangan suku kata depan pada kata dasar + kata dasar.

Contoh: Nga-bu-burit, nga-beu-beurang, nga-nyeu-nyeuri dan lain-lain. Maka merujuk dari itu, istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang memiliki kata dasar burit yang artinya sore hari menjelang magrib.

Secara morfologis, ada beberapa istilah dalam bahasa Sunda yang memiliki kesamaan dengan kata ngabuburit. Di antaranya adalah betah = ngabebetah (nyaman), nyeri = nganyenyeri (sakit), deuket = ngadeudeket (dekat).

Aktivitas ngabuburit

Pedagang meracik minuman untuk berbuka puasa di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Sabtu (25/4/2020). Meski ditengah pandemi virus Covid-19, masyarakat masih antusias berburu penganan berbuka puasa dengan tetap menerapkan pola jaga jarak dan memakai masker. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pedagang meracik minuman untuk berbuka puasa di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Sabtu (25/4/2020). Meski ditengah pandemi virus Covid-19, masyarakat masih antusias berburu penganan berbuka puasa dengan tetap menerapkan pola jaga jarak dan memakai masker. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kini ngabuburit menjadi sebuah budaya populer di Indonesia. Ngabuburit dilakukan untuk menunggu waktu berbuka. Banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan untuk mengisi ngabuburit.

Ngabuburit biasanya dilakukan dengan kegiatan berjalan-jalan, mencari takjil, mengaji, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, mendengarkan tausiah, dan lain sebagainya.

Istilah populer lain di bulan Ramadan

Ilustrasi Obor Ramadan. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Ilustrasi Obor Ramadan. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Iftar

Iftar adalah istilah Arab yang berarti buka puasa. Iftar merupakan makan malam yang dilakukan umat Islam untuk mengakhiri puasa Ramadannya. Iftar juga mengacu pada perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar biasa dilakukan oleh sekelompok orang atau komunitas yang berbuka puasa bersama.

Takjil

Menurut KBBI, takjil berati mempercepat dalam berbuka puasa. Takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajjala-yu’ajjilu yang artinya menyegerakan. Artinya takjil adalah menyegerakan diri untuk membatalkan puasa saat waktunya tiba yang merupakan sunah berpuasa.

Di Indonesia Takjil juga berarti makanan untuk membatalkan puasa. Takjil biasanya berupa makanan manis atau makanan ringan untuk membatalkan puasa.

Imsak

Imsak merupakan waktu di mana umat Islam harus bersiap-siap untuk berhenti makan sahur. Waktu imsak biasanya berjarak 10 menit sebelum azan subuh. Ketika waktu imsak, dianjurkan untuk menyelesaikan makan dan mempersiapkan diri untuk berpuasa.

Istilah populer lain di bulan Ramadan

Ilustrasi Ramadan (Photo by Ahmed Aqtai from Pexels)
Ilustrasi Ramadan (Photo by Ahmed Aqtai from Pexels)

Qiamulail

Qiamulail merupakan ibadah yang dilakukan pada malam hari. Qiamulail termasuk amalan utama di Bulan Ramadan. Qiamulail yang bisa dilakukan adalah salat tahajud, witir tahajud, dan salat malam lainnya. Ibadah lain yang bisa dilakukan adalah membaca Al Quran, zikir, dan berdoa di malam hari.

Nuzulul Quran

Nuzulul Quran secara harfiah berarti turunnya Al-Quran. Ini merupakan peristiwa turunnya Al Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, biasanya diperingati pada hari ke-17 Ramadan. Nuzulul Quran merupakan hari di mana wahyu pertama Al-Quran diturunkan. Biasanya Nuzulul Quran diperingati dengan tadarus dan memperbanyak ibadah.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Alquran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebagian besar ulama menjelaskan jika malam Lailatul Qadar umumnya datang di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan, Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa malam penuh kemuliaan ini akan datang di malam-malam genap.

Di malam ini, ketentuan ajal juga rezeki juga akan kembali dicatat dan ditetapkan. Siapa yang mendirikan salat malam dengan sungguh-sungguh di malam ini, Allah juga akan menjamin pengampunan untuknya. Allah bahkan akan menggugurkan dosa-dosa yang pernah dibuatnya selama ini.

Istilah populer lain di bulan Ramadan

Ilustrasi Ramadan (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Ramadan (sumber: iStockphoto)

Ramadan Mubarak

Ramadan Mubarak kerap kali diucapkan saat menyambut bulan Ramadan. Ramadan Mubarak berarti Ramadan yang diberkati atau Ramadan bahagia. Ucapan ini merupakan yang paling umum selama bulan Ramadan.

Istilah Ramadan Mubarak ini juga tertuang dalam hadis yang berbunyi:

“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan mubarak (bulan yang diberkahi). Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad).

Ramadan Karim

Selain Ramadan Mubarak, Ramadan Karim juga kerap menghiasi ucapan-ucaman Ramadan. Ramadan Karim artinya Ramadan yang murah hati atau semoga Ramadan bermurah hati untukmu. Meski menjadi ucapan yang populer, sejumlah ulama merasa ucapan ini kurang tepat.

Ini karena kareem yang berarti murah hati tidak tepat disandingkan dengan Ramadan. Alasannya, bukan Ramadan yang memiliki sifat murah hati, namun Allah lah yang menjadikannya demikian. Sehingga yang memiliki sifat murah hati adalah Allah, bukan Ramadan. Maka dari itu lebih disarankan menggunakan ucapan Ramadan Mubarak yang lebih umum artinya.

Shaum

Shaum merupakan bahasa Arab dari berpuasa. Shaum Ramadan merupakan shaum yang wajib dijalankan umat Islam. Shaum atau puasa bagi orang Islam adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.