Asal-usul Wayang yang Hingga Kini Masih Dipersoalkan

Dian Lestari Ningsih, PojokSeni
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bila ada pertanyaan, apakah bentuk teater yang paling tua di Asia Tenggara, maka sangat besar kemungkinan jawabannya adalah wayang. Kesenian tradisional Indonesia satu ini bahkan sudah menjadi warisan budaya dunia tak benda oleh Unesco.

Namun demikian, asal usul wayang justru masih dipersoalkan. Alasannya klasik, tidak ada bukti kuat yang mendukung setiap temuan atau teori tertentu terkait wayang. Kemudian, pertanyaan lainnya adalah apakah wayang tersebut benar berasal atau ciptaan Jawa, mengingat cerita yang dibawa adalah epos terkenal dari India, Mahabrata dan Ramayana.

Namun, istilah yang digunakan dalam wayang -seperti ditulis Dr GA A.J Hazeu dalam detertasinya bertjauk Bidjrage tot de Keniis van het Javaanschee Tooneel di Universitas Leiden Belanda tahun 1987- kebanyakan adalah bahasa Jawa. Beberapa istilah yang dimaksud antara lain kata "wayang" itu sendiri, kemudian istilah lain dalam wayang seperti kelir, blencong, cempala, kepyak, dan lain-lain.

Diperkuat lagi dengan salah satu unsur rumah tradisional Jawa ialah memiliki ruangan yang bernama pringgitan. Ringgit (bukan mata uang Malaysia) berarti Wayang dalam bahasa Jawa. Maka ruangan bernama pringgitan tersebut adalah "ruang yang ditujukan untuk pegelaran wayang".

Namun demikian, pertama ada pertunjukan "teater bayang" yang mirip dengan wayang di sekitaran India Barat, tempat lahirnya epos-epos terkenal yang dimainkan dalam pegelaran wayang. Karena itu, justru wayang yang ada di Jawa adalah tiruan dari "teater bayang" di India Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Dr W Rassers dalam Over de Oorsprong van het Javaansche Tooneel. Pernyataan Dr W Rassers tersebut juga didukung dengan kebudayaan India yang erat dengan teater, termasuk di antaranya "teater bayang" dianggap lebih dulu dari Asia Tenggara. Belum cukup dengan persoalan, apakah "Wayang berasal dari Jawa, ataukah dari India?"giliran Prof G Schelegel yang menawarkan ide lain.

Ia menyebut bahwa wayang tersebut berasal dari Tiongkok. Bukti yang dibawa adalah catatan tentang pertunjukan "Woyong" (dalam Kanton), atau Wo-ying (Mandarin) atau juga dilafalkan dengan Wa-yaah (Hokian), dan ketiga-tiganya sama-sama memiliki arti "teater bayang" sama seperti arti dari kata "Wayang".

SUMBER ASLI