Asap Menebal, Darurat Penerbangan Diterbitkan  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan segera menerbitkan notice to airmen (Notam) untuk memperingatkan para operator penerbangan. Peringatan darurat ini dikeluarkan menyusul kabut asap yang semakin tebal dan mengganggu operasi penerbangan. "Jika kabut asap berlanjut hari ini, Notam bisa dikeluarkan," kata dia kepada Tempo di sela-sela diskusi hukum penerbangan di Universitas Tarumanegara, Senin, 24 Juni 2013.

Notam adalah peringatan bagi para awak pesawat mengenai penetapan kondisi atau perubahan fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur serta kondisi berbahaya dalam jangka waktu pendek. Bambang mengatakan, dalam konteks kabut asap Notam yang diterbitkan berisi jarak pandang minimum bagi pilot dengan prosedur visual sejauh lima kilometer. Sedangkan dengan prosedur instrumen, jarak pandang minimum untuk pilot adalah dua kilometer.

Juru bicara PT Angkasa Pura II, Kristanto, menyatakan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terkena dampak asap kebakaran hutan. Pada Jumat, 21 Juni 2013, ada dua pesawat yang terkena hambatan untuk mendarat lantaran masalah ini. Kedua pesawat tersebut adalah Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 070 dari Bandara Soekarno-Hatta dan pesawat milik AirAsia yang berangkat dari Bandung. "Pilot dua pesawat itu tidak bisa melihat landasan sesaat sebelum mendarat," ujarnya.

Dua pesawat tersebut terpaksa berputar-putar sebelum kemudian mendarat. Kristanto mengatakan, di Bandara Sultan Syarif Kasim, kabut asap biasanya menebal hingga pukul 10.00. Menurut dia, asap  tidak mengganggu pesawat yang tinggal landas, tetapi menghalangi pesawat yang akan mendarat.

MARIA YUNIAR

Terpopuler Bisnis

Blue Bird Akan Dukung Usulan Organda

Harga BBM Naik, Penjualan di Surakarta Turun  

Masuk Indonesia, Unggas Cina Dilabeli Ayam Kampung

Bisnis Elpiji Pertamina Rugi Rp 6,5 Triliun

Pembebasan Lahan Tol Lubuk Pakam 60 Persen

Giliran MS Hidayat Bagi BLSM di Tegal Alur

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler