Asbisindo: Bank syariah harus lebih berperan dorong pemulihan ekonomi

·Bacaan 2 menit

Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengatakan perbankan syariah harus berperan dan berkontribusi lebih besar untuk membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Bank-bank syariah sebagai salah satu instrumen ekonomi harus berperan, mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pemerintah yang tengah berjuang memulihkan perekonomian nasional dari dampak pandemi COVID-19," kata Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi dalam acara halalbihalal daring dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Jumat.

Hery berpendapat bank yang menerapkan sistem syariah masih menunjukkan kinerja keuangan yang baik meskipun di tengah pandemi COVID-19. Kontribusi aset perbankan syariah menunjukkan kenaikan 13,11 persen per tahun, kontribusi pembiayaan naik 8 persen dan kontribusi dana pihak ketiga (DPK) naik 11 persen.

Baca juga: Wapres minta kode etik bankir syariah segera terwujud

Hal tersebut menunjukkan bahwa literasi dan inklusi perbankan syariah semakin membaik.

Dalam laporannya kepada Wakil Presiden, Hery menjelaskan bahwa perkembangan bank syariah di Indonesia telah menjadi perhatian dunia.

Majalah Forbes pada Mei 2021 menobatkan tiga bank syariah di Indonesia yang menjadi World Best Banks 2021, yaitu Bank Syariah Indonesia Tbk., BCA syariah dan Bank Muamalat Indonesia.

Hery mengungkapkan Asbisindo akan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengacu pada tiga cara.

Pertama, menghimpun semua potensi bank syariah, sehingga siar ekonomi syariah sebagai dakwah bilhal akan meningkatkan kesejahteraan umat.

Kedua, membina dan mengembangkan bank syariah sehingga menjadi bank yang sehat, berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketiga, menjadi mitra utama bagi pemerintah dan regulator dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia.

Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap bank syariah yang telah berperan nyata dalam pemulihan ekonomi nasional.

Wapres berpesan kepada bank syariah agar tetap berdaya tahan tinggi, daya saing tinggi, serta selalu memberikan kontribusi yang positif terhadap pemulihan ekonomi nasional.

"Bank syariah diharapkan mengikuti roadmap dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui tiga pilar yaitu penguatan identitas perbankan syariah, sinergi ekosistem ekonomi syariah dan penguatan pengaturan, perijinan dan pengawasan," kata Wapres.

Hery optimistis perbankan syariah ke depan bisa mempertahankan pertumbuhan yang stabil positif dan perkembangan industri perbankan syariah harus disyukuri.

"Sekarang, mari saatnya kita bersama-sama bangkit dan terus tumbuh demi kemaslahatan dan pertumbuhan pesat industri keuangan syariah di Indonesia," ujar Hery yang juga Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Mengacu data OJK, sepanjang 2020 pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah mencapai 8,08 persen dan berlanjut pada Januari 2021 yang mencapai 8,17 persen secara tahunan.

Hingga akhir 2020 pangsa pasar perbankan syariah Indonesia berada di level 6,51 persen dan meningkat pada Januari 2021 sebesar 6,55 persen.

Data OJK juga menunjukan bahwa industri perbankan syariah memiliki aset sekitar Rp600 triliun dan mengelola DPK atau simpanan masyarakat sebesar Rp473 triliun.

Baca juga: BSI yakini 2021 kinerja perbankan syariah lebih baik dari konvensional
Baca juga: Erick Thohir dorong MES jadi lokomotif bagi usaha syariah mikro