ASDP Ketapang Siagakan 29 Feri Angkutan Lebaran

Banyuwangi (ANTARA) - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiagakan sebanyak 29 armada feri untuk angkutan Lebaran 2011.

Manajer Operasional PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang, Saharudin Kotto, Rabu, menuturkan sebanyak 29 kapal feri terdiri dari delapan kapal barang atau kendaraan dan 21 kapal jenis Roro untuk mengangkut penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran.

"Sejumlah feri yang masih menjalani proses `docking` atau perbaikan rutin diharapkan sudah selesai dan bisa digunakan sebelum `H-7` Lebaran," tuturnya saat dihubungi ANTARA per telepon.

Menurut dia, perbaikan rutin dilakukan supaya seluruh feri dalam kondisi baik dan menekan kemungkinan terjadinya kecelakaan selama perjalanan menuju ke Pulau Bali atau sebaliknya.

"Seluruh armada feri harus siap untuk mengangkut penumpang dan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran, baik dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk atau sebaliknya," katanya, menjelaskan.

Ia menuturkan, lonjakan penumpang terjadi dari Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana, Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jatim) selama arus mudik karena sebagian besar warga asal Pulau Jawa bekerja di Pulau Bali.

"Biasanya pemudik yang bekerja di Pulau Bali menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung, sehingga diprediksi jumlah kendaraan roda dua itu meningkat tajam selama arus mudik Lebaran," paparnya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata dia, puncak lonjakan penumpang akan terjadi pada "H-2" Lebaran dan arus mudik mulai terasa saat pemerintah mulai menetapkan cuti bersama.

"Jumlah penumpang yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang selama angkutan Lebaran diprediksi mencapai 52 ribu penumpang, 14 ribu sepeda motor dan 5 ribu kendaraan roda empat atau lebih," katanya, menambahkan.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik, lanjut dia, PT ASDP Ketapang menyiapkan sebanyak delapan tenda untuk tempat istirahat di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.