ASDP Tegaskan Tolak Layani Kendaraan ODOL Naik Kapal

Merdeka.com - Merdeka.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan untuk menolak memberikan layanan penyeberangan terhadap kendaraan yang tidak sesuai ketentuan atau terindikasi Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan bahwa ASDP akan mengetatkan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan atau membawa muatan berlebih untuk melakukan penyeberangan. Apalagi di tengah layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru saat ini yang terkendala cuaca ekstrem.

"Kendaraan dengan muatan berlebih apalagi sampai terindikasi ODOL sangat membahayakan keselamatan pelayaran. Kami pastikan, bersama petugas Otoritas Pelabuhan dan aparat terkait di lapangan akan tidak melayani kendaraan ODOL untuk menyeberang. Apalagi saat ini kondisi cuaca di sejumlah lintas penyeberangan cukup ekstrem yang berdampak pada pergerakan kapal saat proses sandar ataupun berlayar," tutur Ira.

"Kami meminta dengan sangat agar para pengusaha/pemilik barang dapat bekerjasama, mematuhi aturan untuk tidak membawa muatan yang tidak sesuai ketentuan sehingga dapat membahayakan keselamatan banyak pihak, terutama para pengemudi kendaraan itu sendiri," tuturnya lagi menegaskan.

Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno yang menegaskan kepada operator pelabuhan agar mengutamakan keselamatan, khususnya dalam pengaturan muatan kapal, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 103 Tahun 2017 Tentang Pengaturan dan Pengendalian Kendaraan yang Menggunakan Jasa Angkutan Penyeberangan.

"Dalam PM 103/2017 pasal 2 tertulis bahwa setiap kendaraan beserta muatannya yang akan diangkut menggunakan kapal angkutan penyeberangan wajib diketahui dimensi (tinggi) dan berat kendaraan. Operator pelabuhan penyeberangan juga berhak menolak kendaraan yang tidak menaati ketentuan. Kendaraan yang tidak menaati peraturan dapat dikeluarkan dari lajur antrean pembelian tiket. Oleh karena itu, operator pelabuhan penyeberangan harus menyediakan jalur khusus untuk mengeluarkan kendaraan dari pelabuhan," kata Dirjen Hendro.

Ke depannya Dirjen Hendro juga berharap agar pengaplikasian PM 103/2017 dapat dilakukan menyeluruh dengan menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang di pelabuhan penyeberangan. "Terlebih dalam kondisi cuaca seperti saat ini, di mana rawan cuaca buruk dengan gelombang tinggi, kondisi kendaraan dengan muatan maupun dimensi berlebih akan sangat berbahaya," ujar Dirjen lagi.

Ira menambahkan, manajemen ASDP akan meningkatkan kerjasama dengan aparat dan stakeholder terkait dalam pengetatan kendaraan bermuatan lebih bahkan ODOL agar tidak dapat masuk ke kapal, khususnya di periode layanan Nataru ini yang berlangsung di tengah cuaca ekstrem.

ASDP meminta seluruh pengguna jasa kapal ferry khususnya lintasan tersibuk, Merak - Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk agar tetap berhati-hati saat melakukan penyeberangan, mewaspadai cuaca buruk, dan pastikan kondisi stamina dan kendaraan agar tetap sehat dan prima.

ASDP terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memprediksikan bahwa musim penghujan akan memasuki masa puncaknya pada periode Desember 2022 hingga Januari 2023. Mengingat BMKG juga mengimbau seluruh masyarakat termasuk pihak-pihak terkait untuk selalu memonitor dan mewaspadai kondisi cuaca saat musim penghujan ini.

asdp tegaskan tolak layani kendaraan odol naik kapal
asdp tegaskan tolak layani kendaraan odol naik kapal

ASDP Tegaskan Tolak Layani Kendaraan ODOL Naik Kapal©2022 Merdeka.com

Pasalnya, di bulan Desember ini curah hujan umumnya mengalami peningkatan, yang berdampak terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah lintasan penyeberangan. "ASDP bersama dengan stakeholder lainnya melakukan koordinasi intensif khususnya dengan BMKG, kepolisian/TNI, dan otoritas pelabuhan saat setiap kali sebelum kapal ferry melakukan pelayaran agar perjalanannya aman dan lancar sampai tujuan," katanya.

Menurut Ira bahwa ASDP selaku operator Pelabuhan akan berkoordinasi secara intensif dengan regulator di wilayah pelabuhan penyeberangan atau Otoritas Pelabuhan yang melakukan pengawasan, pengaturan dan pengendalian penyeberangan yakni BPTD yang bertugas mengatur jadwal operasi kapal hingga mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan KSOP/Syahbandar yang berperan penting melaksanakan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran yang mencakup pelaksanaan, pengawasan dan penegakan hukum di bidang angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan perlindungan lingkungan maritim di pelabuhan. Sedangkan ASDP sendiri berperan sebagai pengelola pelabuhan yang menyediakan sarana dan prasarana serta memastikan fasilitas berfungsi dengan baik.

Selanjutnya, manajemen ASDP juga telah menyiapkan sejumlah skenario dalam mengantisipasi cuaca ekstrem demi mendukung layanan prima kepada pengguna jasa. "Kami telah memastikan kelengkapan alat-alat keselamatan sesuai dengan SOP pelayanan yang berhubungan dengan aspek keselamatan diantaranya sekoci, inflatable liferaft (rakit penolong), apar dan hidran, serta life jacket yang harus tersedia di kapal, dalam kondisi baik, dan siap digunakan dalam situasi darurat," tuturnya.

Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam (periode 29 Desember 2022 pukul 08.00 WIB hingga 30 Desember 2022 pukul 08.00 WIB) atau H+4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 29 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 44.061 orang atau naik 57 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.150 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 10.592 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+4 atau naik 37 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 7.743 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mulai dari H-8 hingga H+3 tercatat 519.715 orang atau naik 29% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 404.024 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 115.632 unit atau naik 17% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 98.541 unit.

Sebaliknya, data Posko Bakauheni pada H+4 (24 jam) tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 29 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 31.288 orang atau naik 62% persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.269 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 7.470 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 atau naik 29% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 5.801 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mulai dari H-8 hingga H+4 tercatat 438.252 orang atau naik 42% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 307.600 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 101 701 unit atau naik 20 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 83.969 unit.

Berdasarkan data Posko Pelabuhan Ketapang Banyuwangi selama 24 jam (periode 29 Desember 2022 pukul 08.00 WIB hingga 230 Desember 2022 pukul 08.00 WIB) atau hari H+4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 32 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 26.714 orang atau naik 90% persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.084 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 5.967 unit yang telah menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk pada hari H+4 atau naik 50% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 3.971 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk mulai dari H-8 hingga hari H+4 tercatat 319.991 orang atau naik 83% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 174.476 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 74.835 unit atau naik 51% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 45.597 unit.

Selanjutnya, data Posko Gilimanuk pada H+4 selama 24 jam tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 32 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 28.415 orang atau naik 138% persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.956 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 7.192 unit yang telah menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang pada H+4 atau naik 80% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 3.989 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang mulai dari H-8 hingga H+4 tercatat 289.654 orang atau naik 74% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 166.224 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 71.905 unit atau naik 46% persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 49.337 unit. [hhw]