Asep Guntur dari Polri Resmi Jabat Direktur Penyidikan KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik sembilan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Aulia Gedung Merah Putih, Kamis (2/6).

Mereka yang dilantik hari ini di antaranya yakni menempati jabatan Direktur Penyidikan, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi, hingga Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK.

"KPK menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan kepada 9 pejabat pimpinan tinggi (JPT) pratama dan kepala cabang rumah tahanan (Rutan) di Aula Gedung Merah Putih KPK," ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding.

Adapun mereka yang dilantik yakni Direktur Penyidikan Asep Guntur Rahayu dari Polri, Direktur Bidang Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Elly Kusumastuti dari Kejaksaan, Kepala Sekretariat Dewan Pengawas Haerudin dari KPK, Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik Herda Helmijaya dari KPK.

Kemudian, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Kartika Handaruningrum dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Amir Arief dari KPK, Kepala Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi (PPSPK) Muhamad Suryanto dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kemudian, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Zuraida Retno Pamungkas dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kepala Biro Hubungan Masyarakat Yuyuk Andriati Iskak dari KPK, dan Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) KPK Achmad Fauzi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)," kata Ipi.

Ipi menyebut, pelantikan disaksikan anggota Dewan Pengawas KPK Indriyanto Seno Adji, Komisioner Pokja Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah I Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) diwakili oleh Supranawa Yusuf selaku Ketua Panitia Seleksi JPT Pratama dan Madya KPK, serta Staf Ahli Bidang Administrasi Negara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Herman.

Sekjen KPK Cahya Harefa dalam sambutannya berpesan kepada para pejabat yang dilantik, untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dalam melaksanakan tugas sesuai peraturan yang berlaku.

"Saya meminta agar para pejabat yang dilantik hari ini terus melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi, guna meningkatkan kinerja dan pelayanan secara maksimal," kata Cahya.

Cahya mengatakan, pelantikan mereka merupakan hasil dari seleksi terbuka yang diselenggarakan KPK melalui panitia seleksi (pansel), dimulai dari tahap pengumuman pada 14 Februari 2022 sampai dengan tahap akhir pada 28 April 2022.

Proses seleksi mencakup tahap administrasi, penulisan makalah/policy brief, assessment kompetensi manajerial dan sosial kultural, pemeriksaan kesehatan, pemaparan makalah dan wawancara, hingga pengumuman hasil seleksi hingga pelantikan pada hari ini.

Menurut Cahya, minat masyarakat menempati posisi PPT Pratama di KPK sangat tinggi. Sejak awal pengumuman pendaftaran, ada 903 pelamar dari delapan instansi yang berbeda, seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, hingga Perguruan Tinggi.

Seluruh proses seleksi terbuka PPT Madya dan Pratama KPK telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang Aparatur Sipil Negara, KPK, dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil, serta telah berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Terima kasih dan apresiasi kepada panitia seleksi (pansel) dan berbagai pihak yang telah terlibat dalam seleksi PPT Pratama ini. Sehingga terpilih kandidat-kandidat terbaik untuk mengisi posisi JTT Pratama sesuai keahliannya masing-masing," kata Cahya.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel