Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah level SMP di Yogyakarta lancar

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta memastikan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah jenjang SMP yang dilakukan semi daring di sekolah pada pelaksanaan hari pertama, Selasa, berjalan lancar tanda ada kendala jaringan internet maupun listrik.

"Tidak ada kendala apapun. Semua berjalan lancar pada hari pertama ini dan mudah-mudahan seterusnya hingga ujian selesai dilakukan Jumat (20/5)," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta, Selasa.

Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang SMP di Kota Yogyakarta diikuti 7.919 siswa dengan empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris.

Setiap sekolah rata-rata menggelar ujian dalam dua sesi per hari, tetapi ada pula sekolah yang menggelar hingga tiga sesi disesuaikan dengan kecukupan jumlah komputer yang tersedia di sekolah.

Baca juga: Yogyakarta uji coba Bosda Pendidikan Karakter di lima sekolah

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, terdapat satu siswa yang tidak mengikuti ASPD pada hari pertama karena sedang sakit. Siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan yang akan digelar pekan depan.

"Protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan secara disiplin. Seluruh siswa yang mengikuti ujian dipastikan dalam kondisi sehat. Jika ada yang sakit maka diminta mengikuti ujian susulan pekan depan," katanya yang menyebut selama menjalani ujian, siswa pun diminta tetap mengenakan masker.

Budi berharap seluruh siswa dapat mengerjakan ASPD dengan jujur dan tidak memasang target menempati posisi pertama untuk rata-rata nilai di DIY.

Baca juga: Wagub DIY: Pendidikan karakter dan budaya tumbuhkan budaya toleransi

Sementara itu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta yang melakukan pemantauan pelaksanaan ASPD di sejumlah SMP negeri di kota tersebut meminta agar sekolah disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Saat ujian, protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik. Hanya saja, saat proses penjemputan masih terjadi kerumunan. Ini yang mungkin perlu diperhatikan," kata Anggota Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba.

Ia pun meminta siswa untuk tidak memaksa datang mengikuti ujian apabila sedang sakit karena masih ada ASPD susulan yang bisa diikuti.

Di SMP Negeri 15 Yogyakarta, pelaksanaan ASPD dibagi dalam dua sesi dengan total 333 siswa mengikuti ujian pada hari pertama. Ujian dilakukan di enam ruangan dengan masing-masing berisi 30 siswa.

Baca juga: 910 sekolah telah merasakan manfaat Program SMK Pusat Keunggulan

Meskipun demikian, terdapat satu siswa yang harus menjalani ASPD di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras karena terlibat kepemilikan senjata tajam.

"Kami tetap memfasilitasi siswa untuk bisa mengikuti ujian di luar sekolah," kata Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta Siswanto.

Sedangkan di SMP Negeri 4 Yogyakarta terdapat 170 siswa yang mengikuti ASPD dengan dibagi dalam dua sesi dan menempati tiga ruangan.

"Di kedua SMP tersebut, ASPD juga berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik dan jaringan internet," katanya.

Baca juga: Guru Besar UGM: Radikalisme menandai minimnya pendidikan spiritual

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel