Aset BTN Tumbuh 15,85 Persen pada 2020

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aset PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tumbuh 15,8 persen menjadi Rp 361,2 triliun pada 2020. Naik dari sebelumnya pada 2019 sebesar Rp 311,77 triliun.

"Aset Bank BTN tumbuh 15,85 persen (yoy) menjadi Rp 361,2 triliun pada 2020. Posisi tersebut naik dari Rp 311,77 triliun di tahun 2019," kata Plt. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers Paparan Kinerja per 31 Desember 2020, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Nixon memaparkan, peningkatan aset tersebut didukung beberapa indikator. Mulai dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul selama 2020 sebesar Rp 279,13 triliun. Angka ini naik 23,84 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 225,4 triliun.

Peningkatan DPK didominasi kenaikan giro sebesar 38,24 persen menjadi Rp72,04 triliun per kuartal IV-2020. Dari peningkatan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) BTN mengalami penurunan ke level 93,19 persen dari sebelumnya di tahun 2019 mencapai 113,50 persen DPK menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik.

CoF perseroan juga mengalami penurunan menjadi 4,79 persen di tahun 2020 dari sebelumnya 5,68 persen pada 2019. Selain itu, lanjut Nixon, permodalan BTN juga makin tebal dengan penerbitan Junior Global Bond yang diterbitkan pada awal 2020.

Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan tercatat naik 202 bps menjadi 19,34 persen. Kinerja Syariah BTN juga menunjukkan kinerja positif. Tercermin dari aset Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN yang tumbuh sebesar 16,37 persen (yoy) menjadi Rp 33,03 triliun pada 2020.

DPK yang dihimpun UUS BTN juga tumbuh 9,02 persen (yoy) menjadi Rp 23,83 triliun di akhir Desember 2020. BTN Syariah juga terus melakukan peningkatan pencadangan dengan coverage ratio naik level menjadi 55,55 persen pada kuartal IV-2020 dari 38,68 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Kinerja Kuartal IV 2020

Warga melihat selebaran promo pembiayaan rumah KPR Bank BTN di kawasan perumahan subsidi, Rajeg, Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021). Adanya KPR BP2BT diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian dengan bantuan hingga Rp 40 juta dari pemerintah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Warga melihat selebaran promo pembiayaan rumah KPR Bank BTN di kawasan perumahan subsidi, Rajeg, Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021). Adanya KPR BP2BT diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian dengan bantuan hingga Rp 40 juta dari pemerintah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan perolehan laba bersih yang meroket mencapai Rp 1,60 triliun pada kuartal IV/2020. Angka ini meroket 665,71 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, capaian ini ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020.

Antara lain, memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis, penguatan permodalan dan pendanaan. Perseroan juga akan meningkatkan kualitas kredit dan menggenjot efisiensi.

"Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Tahun ini, kami optimistis dengan strategi tersebut beserta potensi di sektor properti, Bank BTN akan mencetak laba bersih yang terus melaju positif,” ujar Nixon dalam acara Media Brief Paparan Kinerja per 31 Desember 2020 di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Ditopang Pertumbuhan Kredit

Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp 25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang oleh penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,63 persen yoy, menjadi Rp 120,72 triliun per kuartal IV/2020. Capaian ini membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29 persen yoy, menjadi Rp 234,78 triliun per kuartal IV/2020.

Di segmen kredit non perumahan, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp 25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81 persen dan 4,55 persen menjadi Rp 11,94 triliun dan Rp 5,11 triliun per 31 Desember 2020.

Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp 260,11 triliun atau naik 1,68 persen yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp 255,82 triliun di kuartal IV/2019.

Adapun Non Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06 persen atau turun 90 bps dari 2,96 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu rasio coverage BTN juga meningkat mencapai lebih dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, rasio coverage BTN tercatat sebesar 115,02 persen atau melonjak dari 50,01 persen pada kuartal IV/2019.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBTN menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik. DPK bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23,84 persen yoy dari Rp 225,4 triliun pada kuartal IV/2019 menjadi Rp 279,13 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan DPK Bank BTN didominasi oleh kenaikan giro sebesar 38,24 persen menjadi Rp 72,04 triliun per kuartal IV/2020. Dengan peningkatan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) BBTN pun terus turun ke level 93,19 persen pada kuartal IV/2020 dari 113,50 persen di kuartal IV/2019. CoF perseroan juga terus mencatatkan penurunan menjadi 4,79 persen di kuartal IV/2020 dari 5,68 persen di kuartal IV/2019.

Permodalan Bank BTN juga makin tebal dengan penerbitan Junior Global Bond yang diterbitkan pada awal 2020. Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan per kuartal IV/2020 tercatat naik 202 bps menjadi 19,34 persen.

Dengan peningkatan di seluruh lini bisnis tersebut, aset BTN tumbuh 15,85 persen yoy menjadi Rp 361,20 triliun pada kuartal IV/2020. Posisi tersebut naik dari Rp 311,77 triliun di kuartal IV/2019.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini