Aset Dana Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh 13 Persen di 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2020. Hal ini tertuang dalam Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP).

Laporan Keuangan BPJS Ketenagakerjaan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Razikun Tarkosunaryo dengan opini WTM (Wajar Tanpa Modifikasian).

Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, Aset Dana Jaminan Sosial (DJS) terdiri dari Dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) tumbuh hingga 13 persen.

Hal tersebut dicapai meski terdapat peningkatan klaim JHT hingga 22 persen, sebagai dampak dari pandemi Covid-19, dan adanya kebijakan Relaksasi Iuran dengan potongan hingga 99 persen selama 6 bulan. Tingkat Kesehatan Keuangan DJS maupun Badan BPJamsostek selama 2020 juga dalam kondisi yang aman dan sehat.

Pertumbuhan DJS ini antara lain ditopang kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan 2020. Capaian dana investasi aset DJS ini tumbuh hingga 13,16 persen pea, dengan hasil investasi tumbuh sebesar 11,42 persen year on year.

"Aset DJS yang dikelola BPJamsostek meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp483,78 triliun. Jika ditambah dengan Aset Badan dari BPJamsostek sebesar Rp15,8 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2020 secara total BPJamsostek mengelola aset sebesar Rp499,58 triliun", ujar Anggoro, Jakarta, Senin (31/5).

50,7 juta pekerja telah terdaftar

BPJS Ketenagakerjaan, yang akrab disapa BPJAMSOSTEK, fokus pada keselamatan para pekerja di berbagai penjuru Indonesia.
BPJS Ketenagakerjaan, yang akrab disapa BPJAMSOSTEK, fokus pada keselamatan para pekerja di berbagai penjuru Indonesia.

Sementara itu, Direktur Keuangan BPJamsostek, Asep Rahmat Suwandha, menyampaikan bahwa dalam hal cakupan perlindungan kepesertaan, sampai dengan akhir 2020, tercatat sebanyak 50,7 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek dengan 30 juta tenaga kerja peserta aktif.

Kemudian sebanyak 684 ribu pemberi kerja aktif dengan kontribusi iuran yang terkumpul sepanjang tahun 2020 sebesar Rp73,26 triliun. Dengan jumlah iuran tersebut, semua pembayaran klaim sepanjang 2020 bahkan cukup dibayarkan hanya dengan iuran yang diterima.

"Semua program DJS yang dikelola BPJAMSOSTEK dalam kondisi likuditas baik, terlihat dari pembayaran klaim dapat diselesaikan hanya dengan iuran tahun berjalan," jelas Asep.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel