Aset Tersangka Asabri Ditaksir Rp13 T, Jaksa Agung: Kami Buru Terus

·Bacaan 1 menit

VIVAKejaksaan Agung telah menaksir nilai sitaan aset dari para tersangka kasus korupdi pengelolaan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) sekitar Rp13 triliun. Tentu, angka tersebut masih jauh dari nilai kerugian negara.

“Sampai saat ini sekitar Rp13 triliun. Pasti akan kami terus buru,” kata Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung pada Senin, 31 Mei 2021.

Dia mengatakan, penyidik jaksa terus melakukan pelacakan aset milik tersangka supaya menutupi nilai kerugian keuangan negara. Atas, perbuatan dugaan tindak pidana korupsi di Asabri.

Baca juga: Karyawan Giant Dihantui PHK, Intip Perhitungan Pesangonnya

Meskipun, kata dia, proses hukum para tersangka sudah masuk persidangan masih tetap bisa diburu aset-asetnya itu. “Walaupun nanti tahapan-tahapn sudah di penuntutan, tetapi ada kewajiban kami untuk aset tracing,” ujarnya.

Karena, lanjut dia, penyidik jaksa memiliki kewajiban untuk menutupi kerugian-kerugian yang telah terjadi akibat perbuatan para tersangka.

“Bahkan, setelah putus pun kami masih punya kewenangan kewajiban untuk pengembalian ini,” jelas dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Asabri dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rp22,78 triliun.

Diketahui, ada sembilan orang tersangka kasus korupsi Asabri yaitu Adam Rachmat Damiri (ARD) selaku mantan Direktur Utama PT Asabri; Sonny Widjaja (SW) selaku mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020; BE selaku mantan Direktur Keuangan Asabri periode 2008-2014; HS selaku mantan Direktur Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

Lalu, IWS selaku Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017; LP selaku Direktur Utama Prima Jaringan; Benny Tjokrosaputro (BTS) selaku Direktur PT. Hanson Internasional; Heru Hidayat (HH) selaku Direktur PT. Trada Alam Minera; Direktur PT. Maxima Integra; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo (JS).