Ashmore Indonesia Bidik Kenaikan Dana Kelolaan 20-25 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) menargetkan kenaikan dana kelolaan pada kisaran 20-25 persen untuk tahun buku Perseroan yang berakhir Juni 2022.

Target tersebut merujuk pada kondisi ekonomi utamanya di dalam negeri yang mulai membaik, seiring dengan penanganan COVID-19 yang menunjukkan tren penurunan kasus baru.

"Untuk total dana kelolaan tahun ini sejak awal tahun kalendernya, yaitu bulan Juli, kami menargetkan sekitar 20-25 persen untuk pertumbuhan total dana kelolaan,” ungkap Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Arief Cahyadi Wana dalam paparan publik, Selasa (2/11/2021).

Adapun pada tiga bulan pertama tahun buku Perseroan yang berakhir pada September 2021, total dana kelolaan Ashmore mencapai Rp 35,96 triliun. Tumbuh 42,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 25,25 triliun. Rata-rata dana kelolaan untuk periode tersebut naik 45,4 persen yoy.

Dari Rp 24,3 triliun menjadi Rp 35,3 triliun. Raihan tersebut disebabkan membaiknya perekonomian, seiring dengan penanganan pandemi COVID-19 di dalam negeri serta meningkatnya cadangan devisa dan data perdagangan yang kuat.

Ashmore Asset Management Indonesiacukup optimistis, seiring perbaikan dan pembukaan kembali ekonomi yang tengah terjadi, didukung minat dari investor asing dan lokal baik untuk saham maupun fix income, akan membawa dampak positif bagi kinerja.

"Kami melihat secara industri dan juga secara sentimen akan tetap positif untuk market Indonesia sekarang ini. Jadi kami mempunyai target internal 20 persen. Menurut kami itu cukup realistis untuk kami bisa capai,” pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ashmore Indonesia Bakal Stock Split dengan Rasio 1:2

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnyam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) menyetujui rencana pemecahan nominal saham atau stock split.

Direktur Ashmore PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Arief Cahyadi Wana menilai, dari sisi fundamental perusahaan saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Namun sayangnya hal itu tidak sepenuhnya terefleksi dari kinerja sahamnya yang dinilai kurang likuid.

"Dibanding tahun lalu jumlah perdagangan saham di PT Ashmore Asset Manajemen itu hampir turun 50 persen dari 2,5 juta jadi 1,2 juta saham per hari. Akibat menurunnya perdagangan itu, volatilitas dari pergerakan saham kami ini sangat besar,” ungkapnya dalam paparan publik, Selasa, 2 November 2021.

"Jadi ini yang merupakan karakteristik dari perusahaan yang secara likuiditas menurun,” ia menambahkan.

Sehingga manajemen memutuskan untuk melakukan stock split. Di sisi lain, Arif mencatat komposisi antara pemegang saham institusi dan ritel mengalami perubahan yang cukup besar. Jumlah investor ritel turun. Sementara investor institusi lebih mendominasi.

"Ritel makin lama makin menurun karena perusahaan kami ini banyak juga dimiliki oleh institusi, dan mereka cenderung untuk buy and hold. Sehingga manajemen memutuskan bahwa ada keperluan yang baik untuk ditawarkan ke pasar dengan melakukan stock split yaitu 1 menjadi 2,” ujar dia.

Pada perdagangan Selasa, 2 November 2021, AMOR ditutup naik 80 poin atau 2,13 persen ke level Rp 3.830. Dengan kenaikan tertingginya di level Rp 3.830 dan terendah pada Rp 3.610.

Total frekuensi perdagangan 2.289 kali dengan volume perdagangan 1,22 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,56 miliar.

"Kita berharap dengan adanya stock split ini likuiditas akan membaik, volatilitas akan menurun dan perusahaan akan bisa merefleksikan perkembangan juga fundamental yang kami punya sekarang ini,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel