Asing Tuntut Pemerintah Tegas Soal Demo Buruh

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

  • Utang luar negeri Indonesia konsisten naik, tembus Rp 3107 T

    Utang luar negeri Indonesia konsisten naik, tembus Rp 3107 T

    Merdeka.com
    Utang luar negeri Indonesia konsisten naik, tembus Rp 3107 T

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. Angka utang ini konsisten naik dari bulan sebelumnya yang hanya USD 269,7 miliar. …

Jakarta (ANTARA) - Perwakilan bisnis asing di Indonesia mengeluhkan sikap Pemerintah Indonesia yang tidak menegakkan aturan hukum bagi serikat pekerja yang melakukan tindakan anarkis.

"Pemerintah harus tegas melindungi perusahaan dari ancaman-ancaman yang tidak diinginkan, termasuk aksi anarkis. Masalah ketenagakerjaan lebih baik berada di bawah kendali Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dibandingkan berada di bawah pemerintah daerah yang sarat dengan berbagai kepentingan," kata Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Sanny Iskandar, di Jakarta, Rabu.

Hal itu menyikapi aksi "sweeping" sejumlah serikat pekerja di beberapa pabrik di kawasan Cikarang, Bekasi dan Cibitung untuk menuntut penghapusan sistem "outsourcing".

Aturan-aturan ketenagakerjaan, menurut Sanny, sudah diatur oleh pemerintah termasuk masalah sistem tenaga alih daya (outsourcing). Namun, lemahnya pemahaman dan pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di kabupaten atau kota menyebabkan hal ini menjadi isu besar dan terus dipermasalahkan.

"Supaya fungsi Disnaker berjalan lebih efektif, maka permasalahan ini harus lebih berada di bawah kendali Kementerian Tenaga Kerja ketimbang di bawah pemkab atau pemkot yang sarat dengan berbagai kepentingan, terutama politik," paparnya.

Jika aksi-aksi penekanan oleh serikat pekerja terhadap pelaku usaha ini terus berlangsung, lanjut Sanny, maka ini dapat berpengaruh pada pengurangan kapasitas produksi dan penundaan ekspansi industri.

"Hal ini perlu disikapi bersama antara buruh dan pemerintah, jangan sampai isu `outsourcing` membuat investor tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia," ujarnya.

Sedangkan Menteri Perindustrian M.S Hidayat menegaskan bahwa pemerintah meminta buruh tidak mengambil jalan dengan cara demonstrasi untuk menyelesaikan masalah sistem "outsourcing". Masalah tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan jalan perundingan tripartit antara pemerintah, perusahaan, dan buruh.

"Serahkan melalui perundingan tripartit, tidak melalui demo yang ujung-ujungnya tidak bisa menyelesaikan masalah, tetapi justru menambah masalah. Demo yang sering dilakukan malah merugikan buruh karena ini menurunkan produktivitas yang berakibat buruk terhadap kinerja perusahaan," tandasnya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...