Spionase Mengancam TNI AU, Intelijen Bersiaplah

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Asisten Intelijen (Asintel) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsda TNI M.Fadjar Sumarijadji hari ini membuka Rapat Koordinasi Intelijen (Rakorintel) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Tahun 2021 di Gedung Soeharnoko Harbani Denmabesau Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Asintel KSAU menyampaikan bahwa seluruh prajurit TNI AU harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta membangun kemampuan deteksi dini terhadap setiap ancaman di depan mata.

Dengan demikian, lanjutnya, intelijen TNI AU harus mampu menghadapi segala ancaman seperti spionase, cipta kondisi dan perang informasi dalam rangka mencapai kepentingan.

“Kontra intelijen merupakan upaya nasional suatu negara dalam menghadapi kekuatan dan kemampuan dalam kegiatan operasi intelijen di wilayah negaranya,” kata Asintel KSAU, Marsma TNI M. Fadjar Sumarijadji, Senin, 22 Februari 2021.

Lebih jauh dia berharap, Rakor Intelijen kali ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang berguna bagi pengamanan tubuh di lingkungan TNI AU, serta dapat mendukung kontra intelijen pada lingkup nasional.

Untuk diketahui, Rakor Intelijen yang mengangkat tema “Dengan Rakorintel TNI AU Tahun 2021 Intelijen TNI Angkatan Udara Meningkatkan Kemampuan Deteksi Dini dan Cegah Dini Terhadap Setiap Bentuk Ancaman dan Gangguan Dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Udara” tahun ini diikuti secara langsung para Ka Intel TNI AU wilayah Jakarta dan Bogor. Selain itu, Ka Intel di jajaran TNI AU seluruh Indonesia mengikuti Rakor secara virtual melalui video telekonferensi (vicon). Hal itu dilakukan guna menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah Perwira Tinggi TNI AU, di antaranya, Waasintel Kasau, Kadispamsanau, Kadissurpotrudau, dan para pejabat di lingkungan Sintelau.

Baca juga: Sadis, Sejak Januari 2021 OPM Sudah 8 Kali Serang Warga Sipil dan TNI