Asita Jateng: Penerapan normal baru perlu simulasi

Nusarina Yuliastuti


Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah menyatakan perlu ada simulasi untuk penerapan tatanan kenormalan baru dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Untuk penerapan 'new normal' di bidang pariwisata perlu disimulasikan terlebih dahulu agar segala sesuatunya lebih siap," kata Wakil Asita Jawa Tengah Daryono di Solo, Minggu.

Ia mengatakan dari sisi sumber daya manusia juga harus dilibatkan agar lebih siap. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan citra pariwisata yang sempurna dan siap menerima kunjungan wisata meskipun pandemi COVID-19 belum usai.

Baca juga: Asita: Normal baru buat wisatawan peduli asuransi perjalanan

"Tidak hanya mematuhi protokol kesehatan yang selama ini dijalankan tetapi juga perlu ada regulasi baru yang lebih spesifik terkait usaha jasa pariwisata mengingat slogan bersih, sehat, dan aman bukan hanya sebuah penambahan fasilitas," katanya.

Menurut dia, slogan bersih, sehat, dan aman sudah menjadi tuntutan sebagai bentuk pelayanan prima di masa kini.

"Yang pasti dalam kondisi seperti ini wisatawan butuh kepastian agar merasa aman saat berwisata. Contohnya kalau dulu wisata outbond satu helm atau pelampung bisa dipakai sampai 20 orang sekarang tidak bisa lagi seperti itu," katanya.

Baca juga: ASITA siapkan protokol hadapi normal baru pariwisata

Meski demikian, secara umum pihaknya mendukung wacana pemerintah untuk menerapkan tatanan kenormalan baru. Kondisi seperti ini mau tidak mau harus dihadapi mengingat sudah banyak sektor yang lumpuh akibat pandemi COVID-19.

"Harapannya adalah pemerintah sudah menyiapkan berbagai regulasi yang lebih dari sekadar protokol kesehatan karena protokol kesehatan yang selama ini dijalankan masih bersifat general," katanya.

Baca juga: ASITA Sumut prediksi bisnis pariwisata belum bisa segera pulih

Ia mengatakan perlu ada standar prosedur baru agar pelaksanaan "new normal" tidak ada kendala, contohnya standar rental transportasi atau standar rumah makan.

"Meski demikian, memang yang perlu diperhatikan lebih adalah destinasi objek wisata. Setelah vakum yang cukup lama iobjek pariwisata perlu dilakukan perawatan," katanya.