ASITA: Pengusaha Travel Bersiap Hadapi Komunitas ASEAN

  • Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    Merdeka.com
    Rencana kenaikan harga BBM sudah rugikan pengusaha angkutan

    MERDEKA.COM. Wacana menaikkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah membuat pengusaha transportasi rugi. Pasalnya, meski baru wacana, hal ini telah menaikkan harga penjualan komponen kendaraan.Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti, mengaku sangat keberatan jika pemerintah menyetujui kebijakan tersebut."Karena pembicaraan seperti itu akhirnya harga sparepart naik. Tapi ketika BBM-nya tidak jadi naik dan sparepart-nya tidak turun lagi, kalau ada gosip mau naik …

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    Merdeka.com
    Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda

    MERDEKA.COM. Dunia penerbangan di Indonesia dewasa ini semakin bertumbuh. Tetapi, pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan jumlah tenaga penerbang yang unggul.Hal itu membuat Asia Aero Flying Club merasa prihatin. Untuk mengatasi masalah tersebut, AAFC kemudian mencoba menarik minta generasi muda untuk mengenal dan mencintai dunia kedirgantaraan sipil."Kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa general aviation bukanlah hal yang spesial," ujar Ketua AAFC Robert Cau di sela acara …

Medan (ANTARA) - Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata H Asnawi Bahar mengingatkan pengusaha biro perjalanan wisata nasional untuk bersiap-siap menghadapi persaingan ketat dalam bisnis itu pada Komunitas ASEAN 2015.

"Pengusaha `tour and travel` nasional sejak sekarang harus semakin profesional menjalankan bisnisnya dan bersatu karena terbentuknya Komunita ASEAN 2015, Indonesia diyakini ``dibanjir` pengusaha asing yang juga sudah melirik bisnis itu," katanya di Medan, Jumat.

Dia berada di Medan sejak Kamis, (27/3) malam untuk menghadiri Musyawarah Daerah Asita Sumut ke-XII dengan agenda antara lain memiih kepengurusan baru 2013-2017 yang akhirnya kembali terpilih sebagai ketua, Solahuddin Nasution, ketua periode 2008-1012.

Menurut dia, kesalahan atau kelemahan di bisnis perjalanan wisata nasional adalah pengusaha masih memaksakan menjual paket wisata yang sudah dibuat ke konsumen, sementara di luar negeri, perusahaan "tour and travel"nya sudah pada taraf mememenuhi paket perjalanan yang diinginkan calon pembeli.

Kelemahan lainnya adalah saling banting harga khususnya di penjualan tiket dan kamar hotel, dimana tindakan itu akhirnya membuat persaingan bisnis itu tidak sehat yang membuat saling mematikan usaha.

"Belum lagi soal pelayanan ke konsumen yang kurang memuaskan akibat lemahnya SDM (sumber daya manusia)-nya. Semua itu harus dibenahi mulai sekarang agar kuat dan bisa tetap eksis di tengah persaingan ketat pada Komunitas ASEAN 2015,"katanya.

Selain sudah propfesional, pengusaha asing, kata dia, semakin kuat karena didukung permodalan yang kuat .

Calon pesaing kuat perusahaan biro perjalanan wisata di Indonesia adalah dari Malaysia dan Singapura yang dewasa ini sudah cukup diakui.

Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengakui pihaknya sudah mewanti-wanti anggotanya untuk membenahi diri menghadapi persaingan yang semakin ketat termasuk mengahadapi Komunitas ASEAN.

"Dewasai ini saja sudah banyak pengusaha travel tour yang `berguguran" apalagi sejak terjadinya krisis global yang menurunkan jumlah kunjungan wisatawan asing, ditutupnya rute penerbagan langsung internasional hingga adanya penjuaan tiket langsung secara `online` yang dilakukan perusahaan maskapai penerbangan,"katanya.

Dia menyebutkan dari 214 jumlah perusahaan anggota Asita yang terdaftar, dewasa ini hanya 174 yang aktif dan itupun tidak semua usahanya berjalan eksis.

"Asita berharap, pemerintah memberi dukungan penuh kepada usaha perjalanan wisata itu karena bisnis tersebut juga sudah terbukti mendatangkan devisa besar dari pasokan wisatawan,"katanya.

Dukungan pemerintah bisa dari pemberian modal usaha dengan suku bunga rendah, pembenahan objek wisata dan infrastruktur.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...