Asmara Sisca dan Kompol A, dari ruang SPK hingga Toyota Corolla

MERDEKA.COM. Inspektur polisi Albertus Eko Budi memandang wanita cantik berwajah oriental di depannya. Saat itu tahun 2002, perwira pertama ini menjabat sebagai Kanit Sentra Pelayanan Terpadu (SKT) Polsekta Astanaanyar.

Dengan ramah Albertus melayani laporan Francieska Yofie. Pertemuan pertama ini rupanya berkesan untuk Sisca dan Albertus. Tapi tak ada jalinan asmara kala itu.

Albertus merintis karir di Bandung. Dia kemudian sempat menjadi Kasatreskrim Polres Bandung Barat dan menjadi Kapolsek Astanaanyar tahun 2004. Albertus kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan berdinas di Gorontalo.

Tahun 2010, Alberus sudah berpangkat Komisaris Polisi. Dia kembali ke Bandung dan menjabat Kasubdit Ditkrimsus Polda Jabar. Sementara Sisca sudah menempati posisi manajer cabang di PT Verena Multi Finance.

Entah bagaimana Albertus dan Yofie kembali bertemu, keduanya lalu menjalin asmara. Tapi tak sama seperti pertemuan delapan tahun lalu. Albertus sudah beristri. Seorang wanita berinisial W yang dinikahinya hampir delapan tahun.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan hubungan gelap Albertus dan Sisca terjalin lantaran pernikahan Albertus dan Isteri yang sudah terjalin tidak dikaruniai anak.

"Isteri Kompol A sudah dimintai keterangan. Isterinya mencintai Kompol A, bahkan dia tidak mau berpisah," terangnya. Bahkan ketika Albertus menjalin hubungan selama dua tahun dengan Sisca, sang isteri tetap ingin mempertahankan hubungannya.

Pada akhirnya Albertus memutuskan hubungan dengan Sisca pada September 2012 lalu. Dan Albertus tetap memilih isterinya karena beragama Katolik dan tidak boleh cerai dengan istrinya.

Giliran hubungan Sisca dan Albertus yang memburuk. Sisca tak terima Albertus tak menceraikan istrinya. Mereka putus. Sisca bahkan memaki-maki Albertus di media sosial miliknya.

"Jadi itulah yang diduga menjadi kendala hubungan mereka," kata Kombes Martinus.

Sisca sudah berusaha menghindari Albertus. Dia bahkan pindah kos tiga kali. Albertus bahkan menyuruh anak buahnya memata-matai Sisca.

Albertus beralasan jika Sisca tak mau mengembalikan mobil Toyota Corolla DX tahun 1983 yang dipinjamnya. Agak aneh, bukankah Sisca punya mobil Nissan Livina yang harganya lima kali lipat mobil tua itu? Lagipula untuk Sisca yang bekerja di perusahaan leasing tentu bukan masalah besar membeli mobil seharga Rp 30 jutaan.

Kisah asmara gelap ini terkuak di hari terakhir hidup Sisca. Versi polisi, Senin (5/8) itu sekitar pukul 18.30 WIB, dua bandit jalanan Wawan dan Ade menjambret Sisca yang baru pulang kerja.

Peristiwa terjadi di depan rumah kos Sisca di Jalan Setra Indah Utara 2 nomor 11, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi Bandung. Sisca mencoba melawan hingga terjatuh. Secara tak sengaja rambutnya masuk ke gir sepeda motor yang melaju kencang. Dia terseret melewati jalan berlubang sejauh 500 meter.

Wawan berusaha melepaskan Sisca. Dia membacok kepala manajer cantik itu tiga kali. Sisca sekarat dan akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi yang menggeledah kamar Sisca menemukan foto mesra dan surat-surat Sisca dan Kompol Albert. Perwira menengah ini diperiksa Propam. Tapi dengan cepat polisi memastikan Albert tak tersangkut pembunuhan Sisca.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.