ASO Tawarkan Solusi Inklusi Digital Demi Daerah 3T

Merdeka.com - Merdeka.com - Analog switch off (ASO) atau penghentiqn siaran televisi analog termasuk langkah mewujudkan inklusi digital bagi wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) yang belum memiliki akses siaran televisi dan internet.

"Solusi untuk wilayah blankspot, perlu dilakukan migrasi ke siaran digital," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti dalam webinar, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/11).

Niken menilai, siaran analog selama ini boros karena menggunakan spektrum frekuensi radio 700MHz yang menghabiskan seluruh frekuensi. Dengan beralih ke siaran digital, menurut dia, penggunaan spektrum frekuensi lebih efisien.

Efisiensi spektrum frekuensi, yang disebut digital dividen, sebesar 112MHz pada pita 700MHz akan digunakan untuk penyediaan internet pita lebar (broadband).

Selain itu, lanjut Niken, ASO menjanjikan ketersediaan spektrum frekuensi yang dibutuhkan daerah 3T dalam rangka memperluas jangkauan internet.

"Daerah yang tadinya tidak bisa menangkap siaran televisi atau internet, nanti akan diproses untuk bisa menangkap siaran televisi dan internet," kata dia.

Diketahui, siaran analog di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi akan berakhir Rabu (2/11) hari ini. Begitu juga dengan 32 kabupaten dan kota di Indonesia serta 173 kabupaten dan kota yang selama ini belum bisa menangkap siaran televisi terestrial analog.

Niken menambahkan, masyarakat wilayah Jabodetabek diminta agar segera memasang perangkat set top box supaya tetap bisa menonton siaran televisi.

"Masyarakat tidak akan kehilangan tontonan," pungkasnya.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [faz]