Asosiasi Asuransi Gelar Sentra Vaksinasi, OJK: Ikhtiar Bersama Kendalikan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengapresiasi langkah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) atas penyelenggaraan sentra vaksinasi massal Covid-19 bagi para pekerja industri asuransi dan keluarganya serta masyarakat umum.

Sebab, pelaksanaan acara tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam memerangi penyebaran virus corona jenis baru itu di Indonesia.

"Kami mewakili OJK mengapresiasi dan mendukung acara ini sebagai ikhtiar bersama agar pengendalian Covid-19 bisa dilaksanakan," ucapnya dalam dalam Konferensi Pers Virtual Peresmian Sentra Vaksinasi Bersama AAUI, Kamis (24/6).

Wimboh mengungkapkan, bukan perkara mudah bagi pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Seperti diketahui, virus corona jenis baru tersebut bersifat mudah menular dan juga mampu bermutasi sehingga mengancam serius aspek kesehatan masyarakat.

Maka dari itu, dia menekankan penting kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk partisipasi aktif kalangan dunia usaha untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Dengan begitu, lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran 2021 bisa segera ditekan.

"Kita yakin ini perlu waktu. Jadi, upaya keras harus dilakukan bersama," tukasnya.

Tangerang Targetkan Vaksinasi 35.000 Orang per Hari

Pengendara sepeda mengantre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di pusat vaksinasi drive-thru di Manila, Selasa (22/6/2021). Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan orang-orang yang menolak untuk divaksinasi virus corona. (AP Photo/Aaron Favila)
Pengendara sepeda mengantre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di pusat vaksinasi drive-thru di Manila, Selasa (22/6/2021). Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan orang-orang yang menolak untuk divaksinasi virus corona. (AP Photo/Aaron Favila)

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mempercepat upaya vaksinasi kepada warganya untuk segera menciptakan herd immunity atau kekebalan komunal. Sayangnya, antusiasme masyarakat yang datang terhalang dengan terbatasnya jatah vaksin Covid-19 dari pemerintah.

"Alhamdulillah, respon masyarakat sangat besar melakukan vaksinasi. Bahkan ada yang antri sejak pagi. Sayangnya harus kami batasi karena vaksin yang tersedia tidak cukup," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dalam keterangan resminya, Rabu (23/6/2021).

Dikatakannya, vaksinasi menjadi salah satu program prioritas Pemkab Tangerang di tengah melonjaknya penularan Covid-19 akhir-akhir ini. Hal ini karena dari sekitar 4 juta penduduk yang ada ditargetkan 3 juta orang menerima vaksinasi.

Bupati Zaki sangat berharap kepada Menteri Kesehatan dan Presiden Jokowi untuk menambah distribusi vaksin ke Banten, khususnya Kabupaten Tangerang. Hal ini agar target vaksinasi yang terus digenjot Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera tercapai.

"Kami sedang mempersiapkan 35.000 vaksinasi per hari nantinya. Kalau ini bisa terlaksana mudah-mudahan vaksinnya bisa ditambah lebih banyak karena jumlah penduduk kami banyak," katanya.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, hingga Selasa, 22 Juni 2021, jumlah warga yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 113.115 orang.

Sedangkan yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 70.816 orang. Artinya, hingga saat ini realisasi vaksinasi masih jauh dari target yang disasar karena keterbatasan jatah vaksin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel