Asosiasi Sebut Penyaluran Pinjaman Online Berpotensi di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)  menyatakan, Surabaya sebagai ibu kota dan pusat ekonomi Jawa Timur menjadi bagian peningkatan industri financial technology (fintech) lending.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata Jawa Timur menjadi daerah ketiga dengan penyaluran pinjaman terbesar di Indonesia pada industri fintech lending. Setidaknya, penyaluran pinjaman di Jawa Timur mencapai Rp 6,63 triliun per 30 September 2019 atau sekitar 11 persen dari total akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional sebesar Rp 60,4 triliun dengan transaksi peminjam (borrower) yang juga meningkat hingga 261 persen year-to-date mencapai 5.812.821 akun borrower.

AFPI pun menyelenggarakan Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center. Kegiatan ini menjadi inisiatif berkelanjutan AFPI dan anggota penyelenggara untuk aktif berkontribusi mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia.

Fintech Exhibition Surabaya 2019 yang mengambil tema #MulaiDenganFintech dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, dan OJK Regional 4 Jawa Timur. 

Acara ini dikemas dengan talkshow, exhibition, dan entertainment serta menghadirkan beragam informasi produk dan layanan dari 70 perusahaan penyelenggara fintech lending di Indonesia. 

"Dengan acara ini, kami berharap masyarakat Surabaya semakin mengetahui dan teredukasi mengenai industri fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK. Sehingga ketika ingin bertransaksi menggunakan industri ini sudah bisa membedakan mana fintech lending yang resmi dan mana yang ilegal,” ujar Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi, Jumat (29/11/2019).

Adrian menambahkan selain memperoleh informasi, masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya juga dapat menikmati berbagai penawaran khusus dari para penyelenggara yang hadir kali ini. Masyarakat secara langsung dapat melihat platform Fintech mana saja yang terdaftar melalui acara ini selain dengan mengakses di website OJK dan AFPI.

 

Target 10 Ribu Pengunjung

Fintech Exhibition di Surabaya juga akan diisi oleh berbagai diskusi interaktif yang akan mengedukasi pengujung dan masyarakat Surabaya dengan berbagai tema seperti Inovasi dan Perkembangan Fintech di Indonesia, Fintech Aman untuk Kita Semua dan Fintech Menjangkau yang Tidak Terjangkau. 

"Dalam industri fintech lending, para penyelenggara tidak hanya mencari mereka yang membutuhkan dana atau pinjaman sebagai borrower tapi juga mereka yang ingin menginvestasikan dana mereka sebagai lender," tutur dia. 

Ia mengharapkan, melalui diskusi ini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat kalau fintech P2P lending tidak hanya menawarkan bentuk pinjaman.

"Namun menjadi solusi investasi bagi mereka dalam mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan," tambah dia.

Kepala Humas dan Hubungan Industrial AFPI, Tumbur Pardede menuturkan, sebagai pemrakarsa kegiatan ini, AFPI menargetkan 10 ribu pengunjung yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha UMKM dalam tiga hari pelaksanaan. 

"Acara ini akan memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat untuk merasakan layanan finansial yang bermanfaat, terutama bagi yang membutuhkan pinjaman dan yang memberikan pinjaman," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini