Asosiasi UMKM Protes Skema Baru Komisi GoFood, Ini Respons Gojek

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keputusan Gojek mengubah ketentuan terkait komisi mitra usaha GoFood, menjadi sebesar 20 persen + Rp1.000 dari sebelumnya hanya 12 persen + Rp5000, dinilai memberatkan para mitra usaha hingga ditentang oleh sejumlah pihak.

Salah satunya yakni oleh Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), yang menilai bahwa keputusan itu sebaiknya jangan dibebankan kepada mitra usaha atau penjual di layanan GoFood, dan sebaiknya dibebankan kepada para pembeli atau pengguna layanan GoFood.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina, menjelaskan penyesuaian kebijakan skema komisi baru menjadi sebesar 20 persen + Rp1.000 hanya berlaku bagi mitra usaha baru, yang baru bergabung sejak 5 Maret 2021 dari sebelumnya sebesar 12 persen + Rp5.000 yang berlaku pada 25 Januari 2021.

"Itu kami lakukan sebagai respons dari aspirasi para mitra usaha, dan sejalan dengan komitmen GoFood untuk terus mengutamakan pertumbuhan bisnis mitra usaha, terutama pelaku UMKM kuliner. Hal ini dilakukan agar GoFood dapat terus mengupayakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan," kata Rosel saat dihubungi VIVA, Kamis 18 Maret 2021.

Di skema komisi ini, Rosel menjelaskan bahwa ragam manfaat dapat diperoleh oleh para mitra usaha, termasuk di antaranya adalah kesempatan subsidi pendanaan yang lebih besar dari GoFood untuk mengikuti program dan kampanye promosi rutin.

"Serta peningkatan layanan dari GoFood lewat berbagai inovasi fitur GoBiz," ujarnya.

Bagi mitra usaha yang mendaftar di periode 25 Januari 2021 sampai 4 Maret 2021 melalui aplikasi GoBiz, dan telah menyetujui pemberlakuan skema komisi awal 12 persen + Rp5.000, mereka juga berkesempatan untuk mengubah ke skema komisi 20 persen + Rp1.000.

Rosel menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para mitra usaha, terkait penyesuaian skema komisi GoFood ini. Sehingga, diharapkan akan semakin banyak mitra usaha yang dapat mengambil kesempatan, untuk mengoptimalisasi perkembangan usahanya lewat berbagai inovasi yang disediakan oleh pihak GoFood.

Sebelumnya, lanjut Rosel, saat penyesuaian ini dilakukan, pihaknya telah melakukan komunikasi intensif kepada para anggota Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), yang merupakan ketua komunitas di beberapa kota di Indonesia sambil mendengar langsung masukan dari mereka.

"GoFood selalu terbuka menerima masukan, kritik, dan aspirasi para mitra usaha kami, untuk memastikan layanan kami tetap menjadi andalan bagi mitra usaha dalam mengembangkan bisnis mereka," ujarnya.